Breaking News:

Berita Pekalongan

14 Remaja yang Sedang Ngamar di Kos-kosan Mesum Terciduk Razia Satpol PP Pekalongan

Satpol PP Kabupaten Pekalongan terus menggencarkan penertiban indekos yang dijadikan tempat mesum.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Satpol PP Kabupaten Pekalongan terus menggencarkan operasi penyakit masyarakat (pekat) di antaranya penertiban indekos yang dijadikan tempat mesum atau digunakan untuk pasangan yang belum sah untuk tinggal bersama atau kumpul kebo.

Sebanyak 14 muda mudi, terpergok razia Satpol PP saat berada di kamar kos yang berada di Kecamatan Wiradesa dan Kecamatan Tirto.

Baca juga: Dokter Paru Sedikit dan Tak Ideal dengan Jumlah Penduduk, Peran Perguruan Tinggi Harus Dimaksimalkan

Baca juga: Vaksinasi Corona Pada Anak Usia 6-11 Tahun di Jateng Dimulai Selasa 14 Desember 2021

Pantauan Tribunjateng.com, saat berada di aula kantor Satpol PP Kabupaten Pekalongan, rata-rata orang yang terjaring razia Satpol PP anak-anak dibawah umur.

"Temuan 14 muda-mudi ini sangat memalukan. Kami mendapatkan laporan adanya penyalahgunaan tempat kos jadi tempat mesum. Jadi, kami melakukan operasi pekat," kata Kasie Tibum Tramas Satpol PP Kabupaten Pekalongan Sunarso kepada Tribunjateng.com, Senin (13/12/2021).

Pihaknya menerangkan, 14 orang yang diamankan petugas satpol PP itu pasangan yang belum sah sebagai suami istri.

"Dari 14 orang yang digrebek, di antaranya ada yang satu kamar berempat, ada yang bertiga. Mereka pasangan belum sah" terangnya.

Sunarso mengungkapkan, Satpol PP akan rutin dan terus lakukan operasi yang serupa, termasuk operasi untuk miras.

"Miras kita punya Perda-nya. Jadi, kegiatan ini akan terus dilakukan," ungkapnya.

Baca juga: Video Detik-detik Tante Sisca Selebgram Berhubungan Badan dengan Boris Diintip 2 Pria Tersebar

Baca juga: Vaksinasi Corona Pada Anak Usia 6-11 Tahun di Jateng Dimulai Selasa 14 Desember 2021

Pihaknya menambahkan, untuk 14 orang yang diamankan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan yang serupa.

"Ini sementara mereka kami bina, kemudian nanti orangtuanya kami minta untuk menjemput. Karena untuk memberi efek jera," tambahnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved