Gara-gara Omicron Masuk RI: IHSG Anjlok, Saham Sektor Kesehatan Melambung
IHSG langsung anjlok, imbas dari diumumkannya pasien pertama yang tertular covid-19 varian Omicron oleh Menteri Kesehatan.
JAKARTA, TRIBUN - pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok, imbas dari diumumkannya pasien pertama yang tertular covid-19 varian Omicron oleh Menteri Kesehatan (Menkes).
Pada pembukaan Kamis (16/12) pagi, IHSG sempat berada di zona hijau. IHSG dibuka menguat ke posisi 6.648, di mana indeks sempat menyentuh level tertinggi mencapai 6.661 dan terendah 6.579.
Laju IHSG akhirnya ditutup melemah 0,47 persen atau 31,45 poin ke level 6.594. Adapun total volume transaksi sepanjang hari kemarin mencapai 23,33 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,76 triliun.
Terdapat 372 saham yang mengalami penurunan harga, 172 saham menguat, dan 133 saham stagnan. Sementara, performa terbaik dialami beberapa saham dari emiten sektor kesehatan, seperti farmasi, rumah sakit, hingga laboratorium.
Saham Kimia Farma (KAEF) misalnya terbang 6,8 persen di level Rp 2.650 per saham. Lalu, PT Phapros Tbk (PEHA) naik 3,59 persen ke Rp 1.155, dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik 2,73 persen ke Rp 8.475.
Berikutnya, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) naik 2,95 persen ke Rp 9.600, dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) naik 6,58 persen ke Rp 810.
Analis Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan kemarin karena pemberitaan covid-19 varian Omicron telah masuk ke Indonesia.
"Kalau dilihat, sepertinya karena berita tersebut (varian omicron-Red), karena indeks Asia mayoritas menguat. Cuma IHSG yang melemah gara-gara ada temuan varian Omicron," katanya, saat dihubungi, Kamis(16/12).
Namun, ia melihat pergerakan IHSG sempat menguat pada akhir-akhir sesi dua, setelah munculnya berita temuan varian omicron pada siang hari.
"Ini artinya sentimen sesaat, dan pasar tidak terlalu khawatir dengan sentimen negatif tersebut," ujarnya.
Adapun, Senior Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama menuturkan, aksi jual investor asing atau foreign net sell sebesar Rp 735 miliar turut mewarnai ambruknya pasar saham Tanah Air.
"Para pelaku pasar mersepon pengumuman Menkes terkait dengan kasus Omicron pertama di Indonesia," ucapnya.
Kendati IHSG tertekan, menurut dia, kelihatannya ada sektor-sektor bisa ketiban cuan atau keuntungan jika ada varian baru covid-19. "Sektor healthcare, technology, finance, dan commodity mendapat keuntungan," jelasnya. (tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-bursa-ihsg.jpg)