Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Terancam Ambruk, Jembatan Sentono Dilarang Dilintasi Mobil‎

Tanggul jebol akibat hujan deras menyebabkan Jembatan Sentono terancam ambruk, di Dukuh Ngaringan, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
Raka F Pujangga
Tanggul jebol akibat hujan deras menyebabkan Jembatan Sentono terancam ambruk, di Dukuh Ngaringan, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (16/12/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tanggul jebol akibat hujan deras menyebabkan Jembatan Sentono terancam ambruk, di Dukuh Ngaringan, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Kamis (16/12/2021) malam.

Tanggul sisi jembatan yang jebol tersebut luasnya diperkirakan sekitar 10 meter persegi, sehingga mobil dilarang melintasinya.

Warga Dukuh Ngaringan, ‎H Mastiko (76) menjelaskan‎ Jembatan Sentono menjadi satu-satunya jembatan yang belum direhabilitasi sejak tahun 1960-an.

"Desa ini ada tujuh jembatan, hanya satu ini yang belum pernah diperbaiki. Dulu pernah sekali tapi selokannya," ujar tokoh masyarakat tersebut, saat ditemui, Jumat (17/12/2021).

Padahal, jembatan tersebut merupakan jembatan terpanjang di Desa Klumpit yang mencapai sembilan meter.

‎"Jembatan ini yang paling panjang, tapi belum pernah diperbaiki sejak tahun 1960-an," kata dia.

Dia berharap, jembatan yang menghubungkan RW 3 dan RW 6 itu bisa diperbaiki‎ dan memberikan rasa aman bagi warga yang melintas.

"Warga yang melintas kami minta untuk waspada, karena kondisinya mengkhawatirkan," ujar dia.

‎Sementara itu, Babinsa Desa Klumpit, Serma M Arif Humaidullah menjelaskan, jebolnya tanggul itu terjadi saat hujan deras pada pukul 21.00, Kamis malam kemarin.

"jika tidak segera diperbaiki berbahaya karena sekarang musim hujan dan airnya deras," ujar dia.

‎Warga yang ingin melintas pada jalan tersebut diminta untuk menggunakan akses jalan yang lain.

Kendaraan roda empat, dilarang untuk melintasi jembatan itu karena khawatir penyangga jembatan tidak kuat menahan beban.

"Mobil sementara tidak bisa melintas, masih ada akses jalan lain yang bisa dilewati," ujar dia.

Rencana, pihaknya bersama warga masyarakat sekitar akan melakukan kerja bakti untuk membersihkan sampah yang tersangkut di bawah jembatan.

Hal itu sebagai langkah antisipatif untuk mencegah banjir karena derasnya curah hujan saat ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved