Berita Semarang

Proyek Taman Bubakan Sudah Rampung, Siap Dibuka Bersamaan dengan Museum Kota Lama Semarang

Pembangunan Taman Museum Kota Lama atau Taman Bubakan telah rampung. Taman ini akan menjadi penghubung antara Museum Kota Lama dan parkir.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Taman Bubakan Museum Kota Lama Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembangunan Taman Museum Kota Lama atau Taman Bubakan telah rampung.

Taman ini akan menjadi penghubung antara Museum Kota Lama yang berada di tengah bundaran Bubakan dan lahan parkir. 

Kepala Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suryaty mengatakan, pembangunan fisik Taman Bubakan telah rampung 100 persen.

Baca juga: Komentar Bintang PSIS Semarang, Septian David Jelang Lawan Persija di BRI Liga 1

Baca juga: Libur Tahun Baru, Gubernur Jateng Ganjar Minta Bupati dan Wali Kota Awasi Ketat Destinasi Wisata

Baca juga: Hendi Siapkan Banyak Strategi untuk Bangkitkan Wisata di Semarang pada 2022

Saat ini, tinggal merampungkan tahap finishing, misalnya setting lampu taman.

Lampu disetel untuk mengatur cahaya lampu agar semakin mempercantik Taman Bubakan

"Lampunya ada tiga buah ukuran besar, nanti diatur agar pencahayaan warna yang keluar berganti serempak warna yang sama. Nanti, ada beberapa warna yang berganti-ganti, misalnya disetting tiap 30 detik berganti warna," kata Atik, Senin (27/12/2021). 

Pihaknya juga menanam beberapa pohon jenis Pule dan jenis bunga agar menjadi peneduh jalan. Sehingga, pengunjung merasa nyaman saat melewati taman.

Masyarakat juga bisa memanfaatkan taman ini untuk sekedar duduk dan menikmati suasana Bundaran Bubakan. 

"Pemanfaatan taman ini belum. Kami menunggu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang mengelola museum. Taman akan mulai difungsikan mengikuti beroperasinya museum," jelasnya. 

Atik menyampaikan, Taman Bubakan menjadi ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus sebagai akses pejalan kaki atau pengunjung yang hendak menuju ke Museum Kota Lama

"Dari lahan parkir yang berada di ujung Jalan MT Haryono, pengunjung bisa masuk lewat trotoar di taman ini. Diharapkan, untuk pengunjung Museum bisa merasa aman saat akan menyeberang dari area parkir," terangnya.  

Adapun pembangunan lahan parkir direncanakan pada 2022 mendatang. Saat ini, akses dari Jalan MT Haryono sudah tidak bisa langsung ke Jalan Pattimura, melainkan harus memutar Museum Kota Lama atau bundaran Bubakan. 

"Meski begitu, kami buat ada pintu di ujung jalan MT Haryono sistem buka-tutup. Akses itu hanya dilalui ketika ada kejadian darurat saja. Misalnya kalau ada kegiatan-kegiatan atau kepentingan yang membutuhkan akses langsung dari MT Haryono ke Jalan Pattimura, nanti akses pintu ini bisa dibuka," terangnya.  

Baca juga: Harga Telur Ayam dan Cabai Rawit Merah Meroket Tinggi, Ini Faktor Penyebabnya

Baca juga: 3.180 Liter Minyak Goreng Disiapkan Atasi Lonjakan Harga di Kendal

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto menambahkan, ke depan arus lalu lintas di Taman Bubakan akan dibuat permanen. Pengendara diedukasi harus memutar museum terlebih dahulu dari Jalan MT Haryono jika hendak ke Jalan Pattimura. 

"Saat ini bersifat sementara, nanti setelah difungsikan museumnya, memang untuk akses pengunjung atau pejalan kaki dari tempat parkir yang melintas akan dibuat permanen. Crossing taman akan permanen agar membuat pejalan kaki merasa aman saat akan berkunjung menuju museum Bubakan," terangnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved