Berita Bisnis
Siap Beri Pendampingan, Perbarindo Jawa Tengah Dorong UMKM Bertransformasi ke Digital
Perbarindo akan memberikan pendampingan digitalisasi 5.000 UMKM di Jawa Tengah pada 2022 mendatang.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Tengah mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke digital.
Karenanya, Perbarindo akan memberikan pendampingan digitalisasi 5.000 UMKM di Jawa Tengah pada 2022 mendatang.
Pendampingan digitalisasi UMKM tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama Program Pendampingan Digitalisasi 5.000 UMKM Binaan BPR-BPRS di Jateng di Aula Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Rabu (29/12/2021).
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ketua DPD Perbarindo Jawa Tengah, Dadi Sumarsana, dengan Direktur PT Teguh Aman Lestari, Sahid Ramadhan, selaku pihak ketiga.
Baca juga: Indonesia Kalah 0-4 dari Thailand, Keluarga Dewa di Demak Tetap Semangat Nobar Sampai Tabuh Drum
Baca juga: Punya Uneg-uneg Kinerja Anggota Polisi? Bidpropam Polda Jateng Kini Buka Layanan Hotline Pengaduan
Ketua DPD Perbarindo Jawa Tengah, Dadi Sumarsana mengatakan, kesepakatan bersama pendampingan digitalisasi tersebut didasarkan adanya pandemi Covid-19 yang hampir 2 tahun berjalan, telah berdampak pada perekonomian.
Namun beruntungnya, BPR di Jawa Tengah sanggup bertahap.
"Sehingga kita bisa memberikan relaksasi kepada nasabah saat pandemi. Karena sekarang sudah era new normal, maka kita lakukan pendampingan UMKM. Karena mau tidak mau kita harus bertransformasi ke digital," katanya.
Dalam pelaksanaannya, nantinya pihak rekanan akan memberikan pelatihan atau Training of Trainer (ToT) ke seluruh BPR anggota Perbarindo Jawa Tengah.
Kemudian, dari BPR memberikan pelatihan digitalisasi kepada para UMKM binaannya.
"Digitalisasi itu nantinya menggunakan aplikasi. Ditargetkan ada 5.000 UMKM binaan yang mendapat pendampingan digitalisasi ini pada semester pertama 2022. Dengan begitu, diharapkan UMKM di Jawa Tengah semakin bangkit," ujarnya.
Dengan transformasi digital ini, katanya, maka UMKM bisa melakukan pembukuan dengan mudah karena cukup memasukkan data penjualan ke dalam aplikasi yang disiapkan.
Aplikasi tersebut nantinya juga membantu UMKM dalam hal pemasaran produk.
"Tentunya dengan begitu maka akan ada peningkatan dari sisi usaha UMKM, yang juga berdampak pada perekonomian di Jawa Tengah," harapnya.
Tak hanya itu saja, Dadi mengatakan, jika pendampingan digital ini nantinya akan memberi kemudahan bagi UMKM untuk mendapatkan kredit. Aplikasi yang dibuat, juga didesain semudah mungkin untuk digunakan oleh para pelaku usaha.
"Jadi mengedukasi UMKM secara digital. Melakukan pembukuan yang mereka serasa tidak melakukan seolah sedang bermain smartphone, hasilnya akan jadi neraca, arus kas dan sebagainya dan diharapkan akan menjadi akses ke BPR dan menjadi cepat analisa kreditnya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perbarindo-jateng-29-12-1.jpg)