Breaking News:

Universitas Nasional Karangturi

Ketahanan dan Keamanan Pangan Olahan Pangan Lokal Berbasis Tempe dan Kopi

Potensi kekayaan pangan lokal Indonesia sungguh sangat besar. Namun demikian, kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan masih sangat rendah.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Raka Bachtiar Kuspradanarto, Mahasiswa Teknologi Pangan Unkartur Semarang 

Oleh: Raka Bachtiar Kuspradanarto, Mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Nasional Karangturi

POTENSI kekayaan pangan lokal Indonesia sungguh sangat besar. Namun, kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan masih sangat rendah. Hal ini antara lain disebabkan kurangnya inovasi teknologi terhadap produk pangan lokal tersebut sehingga produk yang dihasilkan belum mampu menarik minat konsumen pangan di Indonesia. Oleh karena itu, inovasi teknologi terhadap produk pangan lokal mutlak harus dilakukan.

Salah satu inovasi pangan lokal adalah mengolah tempe menjadi produk minuman lokal. Susu Tempe Kopi atau yang lebih dikenal dengan TeKo adalah inovasi produk minuman lokal dengan memanfaatkan Tempe sebagai bahan baku utama pembuatan minuman berbasis kopi ini.

Di era global seperti sekarang ini, kesehatan dan keamanan pangan sangat diperhatikan walaupun tetap harus memperhatikan aspek kenikmatan. Maka dari itu produk pangan atau minuman lokal harus senantiasa dikembangkan dari segi ketahanan pangan yang merupakan syarat utama mutu pangan yang baik. Susu Tempe Kopi merupakan minuman lokal berbasis Kopi dengan menambahkan Susu Tempe sebagai pengganti susu sapi untuk menjadi minuman yang memiliki cita rasa khas dengan tetap memperhatikan segi keamanan pangan tanpa menggunakan bahan tambahan pangan sintetis didalamnya.

Dalam pembuatan Susu Tempe Kopi, tempe segar yang berumur kurang dari 3 harilah yang dipilih. Proses fermantasi pada kedelai di hari tersebut masih aman untuk dikonsumsi dan mematangkan buah kedelai secara sempurna. Tentu pemilihan tempe juga memperhatikan keadaan penjual, melihat dari lingkungan sekitar apakah si penjual memperhatikan kebersihan warungnya, meja untuk berjualan.

Dengan kebersihan awal pada penjual/pedagang tempe tersebut merupakan titik awal untuk menentukan apakah tempe tersebut aman untuk dikonsumsi atau tidak. Kemudian mencuci tempe dengan air mengalir juga merupakan hal penting untuk menghilangkan debu-debu yang menempel sedikit pada bungkus tempe dan menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada tempe.

Pencucian tidak perlu memakan waktu yang lama karena air yang mengalir dapat merusak struktur tempe yang sudah terfermentasi sempurna. Kemudian tempe direbus selama kurang lebih 15 menit untuk mematikan mikroorganisme yang terkandung didalam tempe serta menghentikan laju fermentasi agar tidak mengkontaminasi pada saat Susu Tempe sudah ditambahkan dengan formula Kopi. Hal-hal kecil seperti ini yang harus sangat diperhatikan mulai dari kebersihan alat perebusan, wadah penyimpanan Susu Tempe, kebersihan tangan produsen dalam setiap proses pembuatan Susu Tempe Kopi.

Selain itu suhu perebusan, suhu ruangan dan kandungan pH juga menjadi perhatian khusus dalam upaya menjaga ketahanan produk pangan dari segala ancaman baik secara fisika, kimia dan biologi. Mikroorganisme dapat tumbuh di dalam suhu ruangan dengan rentang 20oC - 40oC. Keamanan pangan dalam suatu produk olahan makanan atau minuman juga digolongkan menjadi 2 aspek yaitu kemanan dalam aspek Jasmani dan Rohani.

Aspek keamanan jasmani yaitu masyarakat atau konsumen dari produk olahan tersebut tidak mengalami gejala-gejala penyakit yang ditimbulkan oleh produk olahan tersebut atau boleh dikatakan bahwa produk olahan tersebut terbebas dari berbagai jenis bahan pangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Sedangkan aspek kesehatan secara rohani merupakan standar keamanan pangan yang berkaitan dengan kepercayaan dan agama suatu masyarakat.

Di dalam teknologi untuk menentukan standar keamanan pangan perlu adanya GMP (Good Manufacturing Practice) yang biasa dikenal sebagai pedoman mengenai cara menghasilkan produk yang sesuai dengan standar suatu negara. Selain itu Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis juga perlu diperhatikan secara khusus karena dengan memperhatikan 2 hal tersebut keamanan dan ketahanan pangan akan jelas terjamin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved