Berita Semarang
Memulai Pola Hidup Sehat Anak dari Ketercukupi Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Sehari-hari
Secara umum ada beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan seorang anak, mulai faktor intrinsik (genetik), dan ekstrinsik (nutrisi dan lingkungan).
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Secara umum ada beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan seorang anak, mulai faktor intrinsik (genetik), dan ekstrinsik (nutrisi dan lingkungan).
Dari kedua faktor tersebut yang bisa kita upayakan secara lebih maksimal dan relatif mudah adalah faktor ekstrinsik agar mendukung kesehatan buah hati.
Terlebih di tengah situasi masih pandemi seperti sekarang.
Baca juga: Perlu Siasati Harga Komponen Kendaraan Listrik Mahal, Gaikindo: Harus Bisa Diproduksi di Indonesia
Baca juga: Dear Nathan Thank You Salma Tayang Mulai 13 Januari 2022, Hadirkan Isu Orang Ketiga
Dokter Muhammad Saifulhaq Maududi, Dokter Spesialis Anak di RS Hermina Mutiara Bunda Salatiga, mengatakan, beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua untuk menunjang kesehatan anak, hal ini bagian dari upaya mengajarkan anak menerapkan pola hidup sehat yakni memastikan anak mendapatkan nutrisi yang baik.
Nutrisi utama yang dibutuhkan anak adalah karbohidrat dimana bisa diperoleh dari nasi, bubur, roti, dan sebagainya.
Lalu, protein terutama protein hewani, seperti telur, ayam, ikan dan lemak termasuk minyak atau mentega.
"Selanjutnya, ada nutrisi tambahan seperti buah dan sayur dibutuhkan dalam jumlah tidak terlalu banyak," katanya.
Ia menambahkan, tanda anak kecukupan nutrisi bisa dilihat dari status gizi seorang anak, yaitu berat badan ideal.
Hal ini bisa diamati berdasarkan kurva pertumbuhan di buku KIA.
Jika semua itu terpenuhi, daya tahan tubuh juga akan baik, sehingga membuatnya tidak gampang sakit, seperti kondisi sekarang mengharuskan hidup berdampingan dengan virus.
Bagaimana, jika berat badan anak kurang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak supaya bisa diperiksa penyebabnya dan dilakukan treatment gizi yang sesuai keilmuan kesehatan anak.
Sebab, aturan pemberian nutrisi pada anak berbeda dengan pada orang dewasa.
Tidak kalah penting, pastikan anak mendapatkan imunisasi yang lengkap.
"Dengan kemajuan teknologi kesehatan saat ini sudah cukup banyak penyakit-penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi sederhana.
Hal ini sangat penting terutama bagi kita yang hidup di Indonesia, dimana iklimnya tropis, yang memungkinkan kuman, bakteri, virus mudah berkembang biak.
Dan, penyakit infeksi masih menjadi ancaman utama kesehatan anak di Indonesia," katanya.
Penyakit-penyakit infeksi yang bisa dicegah dengan imunisasi, terutama adalah penyakit dengan akibat fatal (bisa menimbulkan kecacatan dan kematian), dan penyebarannya cepat seperti TBC, difteri, polio, tetanus, pneumonia, meningitis (infeksi selaput otak), Hepatitis A, Hepatitis B, dan sekarang COVID-19.
Di samping itu, beberapa penyakit yang juga sangat berbahaya dan mudah menular, juga dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak, cacar, pertussis, diare karena rotavirus, influenza, gondongan, demam tipus, dan rubella lantaran bisa menimbulkan cacat bawaan pada bayi jika terjadi pada ibu hamil.
Apabila semua itu sudah dilakukan, orangtua jangan lupa untuk terbiasa menerapkan hidup bersih dan sehat misalnya selalu cuci tangan dengan sabun setelah bermain, dan sebelum makan atau minum.
Adanya Covid-19 ini juga sebaiknya selalu menggunakan masker jika sedang di luar rumah kecuali anak di bawah 2 tahun.
Baca juga: Cahyo Seftyono: Hendi dan Gibran Berat di Pilgub DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan
Baca juga: Terget Ambisius Kaesang Pangarep untuk Persis Solo, Liga 1 juara Satu
Hal itu, supaya mencegah dari penularan penyakit-penyakit yang disebarkan lewat udara misalnya influenza, COVID-19, pneumonia, cacar, campak, radang, TBC, difteri, pertussis, dan sebagainya.
Orangtua juga musti selalu memastikan kuku tidak panjang dengan memotong sepekan sekali dan pastikan selalu menggunakan alas kaki saat di luar rumah.
Terakhir, segera periksa ke dokter anak jika anak sakit, terutama jika sudah 2-3 hari tidak membaik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Muhammad-Saifulhaq-Maududi-9122.jpg)