Breaking News:

Berita Sragen

Pandemi Covid-19 Sektor Pertanian Naik 16,4 Persen, Menpan Desak Sragen Panen 4 Kali Setahun

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo kunjungan kerja (kunker) ke Dukuh Bonggo, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo kunjungan kerja (kunker) ke Dukuh Bonggo, Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Senin (10/1/2022).

Dalam kunjungan, Syahrul sapaan akrabnya itu didampingi anggota DPR RI Komisi IV, Luluk Nur Hamidah dan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan panen kacang tanah di dukuh tersebut.

Usai melakukan panen, Syahrul menyempatkan untuk berdialog kepada perwakilan para kelompok tani, petani muda di Kabupaten Sragen.

Bupati Yuni, pada kesempatannya mengatakan pada 2021 produksi padi di Sragen urutan ketiga se-Jawa Tengah dan kesembilan se-Indonesia.

Setidaknya dengan jumlah produksi gabah kering gilingnya mencapai 763.293 ton. Selain padi, Yuni mengatakan Sragen ada komoditas lain yaitu jagung, kacang tanah dan tebu.

"Sekarang sudah berkembang komoditas hortikultura dari perkebunan antara lain cavendish, kelengkeng, melon, anggur dan tentu saja dimotori oleh petani milenial," katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul mengatakan selama Pandemi Covid-19 seluruh sektor terkena dampak bahkan dari data yang ia peroleh menunjukkan penurunan bahkan minus.

Berbeda dengan sektor pertanian yang tumbuh mencapai 16,4 persen. Hal ini dikatakan menunjukkan bahwa sektor pertanian mampu bertahan di situasi Pandemi sekalipun.

"Semua sektor tertatih-tatih dari data yang saya peroleh semuanya hampir minus, kecuali sektor pertanian yang tumbuh 16,4 persen," ungkapnya.

Ia melanjutkan hal ini menunjukkan rakyat mampu bergerak lebih kuat lagi. Bahkan dirinya meminta para stakeholder untuk mendukung panen hingga empat kali setahun (IP400).

"Sragen paling sedikit 3x tanam, kalau bisa empat kali kenapa? Paksa-paksa sedikit lah. Tadi ada petani yang bisa empat kali penen," katanya.

Selain itu, dirinya juga memberi masukan kepada para petani untuk melakukan penanaman tumpang sari. Agar tidak hanya satu jenis tumbuhan yang bisa di panen.

Seperti semisal kacang tanah, bisa tumpang sari dengan tanaman kedelai untuk menghasilkan kecap. Dirinya yakin Kabupaten Sragen mampu dan harus menjadi contoh daerah lain.

"Sragen merupakan salah satu daerah pertanian andalan Indonesia, kurang lebih 3.000 hektar kacang tanah yang coba dipersiapkan Bupati Yuni," katanya.

Ia melanjutkan akan mempertemukan korporasi petani, kemudian dari hulu hingga hilirnya pihaknya akan melakukan pengawalan hingga di tingkat market yang bisa dipersiapkan. (uti)

Baca juga: Optimalkan Tumbuh Kembang Anak, Bunda PAUD Inggit : Sinergitas Stakeholder Sangat Dibutuhkan

Baca juga: Kemenkeu Kaji Perpanjangan Sejumlah Insentif Pajak

Baca juga: BERITA LENGKAP :  Proses Tahapan Seleksi Masuk PTN Jalur SNMPTN Dimulai

Baca juga: Pelatih Liverpool Juergen Klopp: Hanya Satu Pemain yang Benar-benar Positif Covid-19

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved