Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

SMPN 5 Semarang Laksanakan PTM 100 Persen, Siswa yang Belum Vaksinasi Tak Bisa Ikut

Sejumlah siswa di SMPN 5 Kota Semarang nampak bersemangat mengikuti pelajaran. Mereka mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah siswa di SMPN 5 Kota Semarang nampak bersemangat mengikuti pelajaran.

Hal itu lantaran dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.

Semangat mereka tak luntur, meski sebelum memasuki kelas para pelajar diwajibkan mengikuti protokol kesehatan ketat.

Guna menghindari kerumunan, pihak sekolah membagi jam masuk bagi siswa SMPN 5.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Di Puskesmas Puledagel Jepon Blora Dikawal Petugas TNI Polri

Baca juga: Sambangi Anak Dua Tahun yang Terbakar Spiritus, Bupati Batang Wihaji Pastikan Bantuan Tersalurkan

Baca juga: DKK Karanganyar Masih Tunggu Petunjuk dari Pemerintah Pusat terkait Vaksin Booster

Untuk kelas XII diminta masuk pukul 07.45 WIB, sedangkan XII pukul 08.15 WIB, dan kelas IX pukul 08.30 WIB.

Hal itu juga berlaku untuk kepulangan para pelajar yang diberi jarak 30 menit setiap tingkatnya.

Meski PTM sudah 100 persen kuotany, namun pihak sekolah masih memberlakukan 6 jam pelajaran untuk setiap tingkat.

Diterangkan Kepala Sekolah SMPN 5 Kota Semarang, Teguh WL, dalam enam jam pelajaran, setiap mata pelajaran diberi waktu 45 menit.

“Mulai hari ini diberlakukan PTM 100 persen, seperti uang diinstruksikan dinas, termasuk di SMPN 5 ini,” katanya, Senin (10/1/2022).

Ia menerangkan total siswa di SMPN 5 mencapai 877 siswa, dengan setiap tingkatnya di isi sekitar 288 anak.

“Karena banyak siswa serta untuk menghindari kerumunan kami harus mengatur waktu masuk setiap tingkatnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi, cek suhu tubuh, pemeriksaan Prokes diterangkan Teguh juga diterapkan kepada siswa.

“Sebelum masuk harus mengikuti prosesur tersebut, siswa juga harus diantar dan dijemput, selain itu siswa tidak diperkenankan keluar saat jam istirahat karena kami imbau membawa bekal,” ucapnya.

Selain alur tersebut, Teguh menerangkan, beberapa siswa yang belum mengikuti vaksinasi juga masih diizinkan masuk.

Baca juga: Bocah Dua Tahun di Banyumas yang Hanyut di Saluran Irigasi Berhasil Ditemukan

Baca juga: PTM di SMKN 2 Slawi Masih Berlangsung 50 Persen dari Jumlah Siswa Tiap Rombel

“Karena yang belum divaksin tidak bisa mengisi aplikasi PeduliLindungi, jadi kami catat, kurang lebih ada 30 an siswa yang belum mengikuti vaksinasi,” kata Teguh.

Ia menambahkan, terkait kebijakan untuk siswa yang belum mengikuti vaksinasi pihak sekolah belum bisa memutuskan langkah ke depan.

“Kami masih menunggu regulasi terbaru terkait itu, sementara ini masih kami izinkan mengikuti PTM,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved