Breaking News:

Berita Wonosobo

Tembakau Gorila Dikirim Lewat Jasa Ekspedisi, Tersangka Ini Akui Pesan Lewat Akun Instagram

Warga Kelurahan Kertek Kecamatan Kertek Wonosobo tak berkutik saat polisi dari Satresnarkoba Polres Wonosobo menangkapnya, Senin (29/11/2021). 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: moh anhar
Polres Wonosobo
Satresnarkoba Polres Wonosobo menangkap pemilik tembakau gorila yang dibeli secara online. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - EN (37), warga Kelurahan Kertek Kecamatan Kertek Wonosobo tak berkutik saat polisi dari Satresnarkoba Polres Wonosobo menangkapnya, Senin (29/11/2021). 

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa satu paket (JNE)  yang dibawa tersangka. 

Polisi meminta tersangka membuka paket yang dibawanya tersebut. Di dalamnya ada satu paket tembakau sintetis (gorilla). 

Baca juga: Desa di Purbalingga Diminta Lebih Fokus Terhadap Potensinya, Bupati Tiwi: Jangan Hanya Ikut-Ikutan

Baca juga: Mendapat Wing Penerbang Angkatan Darat, KASAD: Saya Sudah Menjadi Keluarga Wira Amur

Baca juga: Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati: biar yang lain jera

EN mengaku, paket tembakau sintetis tersebut dibelinya secara online di Instagram dengan nama akun @silverstuffsss. 

"Dibeli secara patungan dengan saudara GPW seharga Rp 456.500 plus ongkos kirim, " kata Kasatresnarkoba Polres Wonosobo AKP Tri Hadi Utaya, Selasa (11/1/2022) 

Hari itu juga, Senin (9/11/2021), polisi menangkap GPW (25) di rumah kontrakannya  di  RT 03 RW 08 Kelurahan/Kecamatan Kertek, Wonosobo. 

Polisi juga menyita HP milik tersangka untuk barang bukti.

Baca juga: Fans Ganjar Pranowo Meninggal Kanker di Kebumen, Ibu Cari-cari Info Akhirnya Ketemu Sang Gubernur

Baca juga: Kejar Pencapaian Target, Vaksinasi Anak di Kudus Jalan Terus

Baca juga: Video Dokter Bedah Gadungan di Sukoharjo Janjikan Korban Jadi PNS Mahar Rp 75 Juta

Setelah dipertemukan, keduanya mengakui paket tembakau sintetis (gorilla) tersebut  adalah milik mereka. 

Kedua tersangka dan barang bukti, termasuk paket tembakau gorilla seberat 6,30 gram dibawa ke kantor polisi untuk proses lebih lanjut. 

Mereka dijerat Pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU No.35 tahun 2009 tentang  Narkotika Juncto Permenkes Nomor 4 tahun 2021 tentang perubahan penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 12 tahun, denda paling banyak Rp 8 miliar. (*) 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved