Breaking News:

Berita Kudus

Terinspirasi dari Vape, Mantan Sopir di Kudus Produksi Fogging Mini

Bermula dari keinginannya bisa membasmi nyamuk di rumah, kini Heru Rusiyanto sukses sebagai produsen fogging mini.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bermula dari keinginannya bisa membasmi nyamuk di rumah, kini Heru Rusiyanto sukses sebagai produsen fogging mini.

Setelah dua tahun menggeluti produksi fogging mini, produknya telah terjual di berbagai daerah di Indonesia.

Lelaki berusia 35 tahun itu semula merupakan seorang sopir.

Baca juga: Nirina Zubir Fogging Rumah agar Steril dari Virus Corona untuk Sambut Kepulangan Sang Ayah

Baca juga: Plafon Ruang SDN 6 Terban Kudus Ambrol Timpa Siswa yang Sedang Belajar

Baca juga: Capaian Masih Separuh dari Target, Bulan Ini Vaksinasi Anak di Kudus Harus Bisa Selesai

Tinggal di rumah yang lembab, mengakibatkan kediamannya selalu menjadi sarang nyamuk.

Dari situ kemudian dia berpikir bagaiman bisa menumpas habis nyamuk-nyamuk yang selalu hadir baik di musim kemarau maupun musim hujan.

"Rumah saya pendek. Itu agak lembab. Musim kemarau maupun hujan lembab. Tiap malam mikir bagaimana cara menghilangkan nyamuk. Saat itu saya pakai rokok vape. Saya terinspirasi rokok vape. Bagaimana cara membuat besar, dari minyak menjadi asap," tutur lelaki yang tinggal di RT 4 RW 1 Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus, Selasa (11/1/2022).

Inspirasi dari vape akhirnya membuat bapak satu anak melakukan riset sederhana. Selama dua bulan dia mencari dan berusaha merangkai sejumlah perangkat penyusun fogging mini. Singkatnya, akhirnya berhasil tercipta fogging mini dengan perangkat penyusunnya yang sederhana.


Alat-alat yang digunakan yaitu penyemprot, gas portable, pemantik api, dan koil spiral.

Alat penyemprot berfungsi menampung cairan fogging kemudian menyalurkannya ke koil spiral.

Pemantik api berikut gas portable memiliki peran menghidupkan nyala api yang kemudian bertindak sebagai pemanas koil. Di situlah cairan fogging diubah menjadi asap.

"Saya cari lagi ternyata di youtube ada yang bikin. Memang yang ini saya bikin dari inspirasi saya sendiri. Saat itu gaji saya kan pas-pasan,, mau beli kuota buat youtuban tidak kesampaian," katanya.

Alat sederhana itu dijual Heru seharga Rp 250 ribu. Kini fogging buatan Heru telah terjual ke berbagai daerah di Indonesia lewat perantara marketplace.

Saat musim hujan, produk buatan Heru mampu terjual sampai 200 fogging mini setiap bulannya. Sedangkan saat kemarau, rata-rata terjual per bulan 100 unit.

"Dalam sehari bisa produksi 10 alat fogging mini," kata dia.(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved