Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Saham

BEI : 30 Perusahaan Listing di Pasar Modal melalui Penawaran Umum Perdana Saham

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 30 perusahaan akan listing di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (30/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 30 perusahaan akan listing di pasar modal melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, sejak awal 2022 hingga 14 Januari 2002 sudah ada dua perusahaan mencatatkan saham di BEI dengan total dana dihimpun sebesar Rp 723 miliar.

Terkait dengan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline bursa, menurut dia, merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 tercatat ada empat perusahaan aset skala kecil dengan nilai di bawah Rp 50 miliar.

"Selain itu ada 14 perusahaan aset skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar, dan 12 perusahaan aset skala besar di atas Rp 250 miliar," katanya, Sabtu (15/1).

Rincian sektor perusahaan yang akan IPO adalah empat perusahaan dari sektor industrial, empat perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan sembilan perusahaan sektor consumer cyclicals.

Selain itu juga empat sektor technology, satu sektor healthcare, dua sektor energy, satu sektor financials, tiga sektor properties & real estate, dan dua dari sektor infrastructures.

Nyoman optimistis akan semakin banyak perusahaan teknologi yang akan segera mencatatkan sahamnya di BEI, seiring dengan bertumbuhnya unicorn baru di Indonesia, seperti Bukalapak yang telah menjadi emiten di pasar modal sejak 2021.

IPO Bukalapak (BUKA) sekaligus menorehkan sejarah sebagai unicorn pertama di pasar modal Indonesia dan di bursa kawasan ASEAN dengan total fundraised yang juga terbesar dalam dua dasawarsa terakhir, yaitu 1,3 miliar dolar AS atau Rp 21,9 triliun.

"Selain Bukalapak, kami juga menyambut tercatatnya PT Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) pada November 2021 sebesar Rp 18,78 triliun yang juga sebagai IPO anak perusahaan BUMN terbesar yang merupakan perusahaan teknologi," jelasnya.

Menurut dia, saat ini pun diketahui telah ramai bermunculan unicorn baru di Indonesia, sehingga membuat Indonesia sebagai pencetak perusahaan dengan status unicorn terbesar di ASEAN.

Nyoman menyatakan, hal itu didukung adanya terobosan baru dari pasar modal Indonesia, seperti penerapan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM) untuk IPO.

Kemudian, perubahaan peraturan Bursa No I-A yang memberikan pintu lebih luas bagi perusahaan dari berbagai sektor untuk tercatat di papan utama atau papan pengembangan, akan menambah minat unicorn mencatatkan saham di BEI.

"Kami optimistis inisiatif ini dapat disambut dengan baik, khususnya oleh perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia yang sedang berkembang pesat," tuturnya.

Namun, Nyoman tidak menyebut nama calon perusahaan unicorn yang sedang menjajaki untuk melantai di bursa. "Terkait dengan nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan informasinya secara detil sampai dengan adanya izin publikasi dari OJK, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor X.A.2," paparnya. (Tribunnews/Seno Tri Sulistiyono)

Baca juga: Hotline Semarang : Benarkah Jalan Sriwijaya Kota Semarang akan Jadi Simpanglima ke Dua?

Baca juga: Faldo Ingatkan Laporan Disertai Bukti, Ubedilah Menyadari Risiko Melaporkan Gibran dan Kaesang

Baca juga: Kisah Penjual Kerupuk Keliling Penderita Polio Semarang: Uang Hasil Jualan Buat Biaya Berobat Ibu

Baca juga: Kios Tani BUMDes Babakan Diresmikan, Bupati Tiwi Harap Dapat Beri Manfaat dan Pendapatan Asli Desa

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved