Berita Kabupaten Tegal

Modus Ikuti Pengajian di Dukuhturi Tegal, Komplotan Pencuri Gasak Puluhan Handphone dari Saku Warga

Sekelompok komplotan pencuri menggasak 30 unit handphone dalam acara pengajian. Mereka mengambil HP dari saku dari para korbannya begitu mudah.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Unit Resmob Satreskrim Polres Tegal bersama Unit Reskrim Polsek Dukuhturi berhasil membekuk empat pelaku yang melakukan aksi pencurian handphone, pada Rabu (19/1/2022) dini hari tepatnya 00.30 WIB.

Saat penangkapan, tim tidak hanya menemukan satu handphone saja, tapi sampai 30 buah handphone dengan berbagai merek.

Gerak cepat, rilis kasus langsung digelar berlokasi di halaman Polsek Dukuhturi pada Rabu (19/1/2022) sore dan menghadirkan para pelaku.

Baca juga: Museum Kota Lama Semarang Segera Buka untuk Wisatawan, Tiket Akan Gratis pada Tahap Awal

Baca juga: Penerimaan PBB di Karanganyar 2021 Rp 26 Miliar, Belum Melampaui Target

Baca juga: Dua Remaja yang Hanyut di Sungai Pleret Gesi Sragen Ternyata Pulang Latihan Silat Pagar Nusa

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP I Dewa Gede Ditya menjelaskan, kasus terungkap bermula dari laporan warga yang kehilangan handphone saat datang ke acara pengajian di Desa Pagongan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, sekitar pukul 20.00 WIB.

Setelah mendapat laporan tersebut, tim Unit Resmob Satreskrim Polres Tegal bersama Unit Reskrim Polsek Dukuhturi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan.

"Tak butuh waktu lama, tim berhasil membekuk keempat pelaku saat sedang beraksi. Kami menemukan puluhan handphone yang disimpan di dalam tas masing-masing pelaku. Jumlah nya sendiri sampai 30 buah dari berbagai merek," ungkap AKP Dewa, pada Tribunjateng.com, Rabu (19/1/2022). 

Setelah keempat pelaku dan barang bukti berhasil diamankan, semuanya dibawa ke Polsek Dukuhturi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Dari para pelaku juga diperoleh informasi bahwa mereka semua berasal dari Cirebon Jawa Barat, dan memang sudah merencanakan aksi pencurian sejak awal, dengan memantau postingan di facebook mengenai pengajian di wilayah Dukuhturi. 

Komplotan ini langsung menyusun strategi dan datang ke lokasi untuk melancarkan aksinya dengan cara berpencar, mencari pemilik handphone atau warga yang lengah kemudian langsung diambil dan dikumpulkan dalam tas yang sudah dibawa.

"Modus yang dilakukan pelaku yaitu dengan berpura-pura mengikuti kegiatan pengajian. Setelah dirasa aman, mereka langsung beraksi mengambil handphone milik para korban baik yang disimpan dalam tas atau saku. Handphone hasil curian langsung dikumpulkan yang nantinya akan dijual dan keuntungan dibagi rata," paparnya.

Tidak hanya beraksi di Kabupaten Tegal saja, ternyata komplotan ini sebelumnya juga pernah melakukan aksi yang sama di daerah lain tepatnya di Jawa Barat.

Adanya kemungkinan tersangka lain, menurut Kasat Reskrim Polres Tegal masih dalam tahap penyelidikan. Nantinya secara detail atau tuntas akan dilakukan di Polres Tegal.

"Sesuai arahan pimpinan, karena belum semua handphone sudah diketahui pemeliknya, maka kami mengimbau pada warga yang merasa datang ke acara pengajian dan kehilangan handphone bisa datang ke Polsek Dukuhturi untuk mengurus. Kalau bisa membawa bukti seperti boks tempat handphonenya. Kami pastikan barang bukti ini akan kembali ke pemilik pasca proses hukum selesai," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved