Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Jeritan Pedagang Pasar Tradisional Setelah Harga Minyak Goreng Turun, Ety: Harusnya Subsidi Adil

Para pedagang Pasar Tradisional mengeluhkan pembeli minyak goreng menurun sejak pasar modern menjual harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Pedagang Pasar Sampangan Semarang menjual minyak goreng Rp 19,5 ribu per liter, Jumat (21/1/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pedagang Pasar Tradisional mengeluhkan pembeli minyak goreng menurun sejak pasar modern menjual harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu.

Pasalnya, harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi menyesuaikan harga pasar.

Di Pasar Sampangan Semarang, harga minyak goreng masih berkisar Rp 19,5 ribu hingga Rp 21 ribu. 

Seorang pedagang sembako, Ety mengatakan, harga minyak goreng di Pasar Tradisional belum turun.

Baca juga: Minum Rebusan Jahe untuk Melenyapkan Lemak di Perut, Pinggang dan Paha, Ini Resepnya

Baca juga: Viral Petugas Medis Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD, Apa Alasan di Baliknya? Ini Kata Polisi

Harga minyak goreng kemasan masih kisaran Rp 20 ribu - Rp 21 ribu.

Sedangkan minyak goreng curah masih Rp 19,500.

Masih tingginya harga minyak goreng di pasar tradisional lantaran belum ada subsidi dari pemerintah. 

"Harga minyak goreng di pasar tradisional belum turun, tidak ada subsidi. Yang subsidi di supermarket," terang Ety, Jumat (21/1/2022). 

Adanya ketimpangan harga minyak goreng antara di pasar tradisional dan pasar modern, lanjut ida, membuat permintaan minyak goreng di pasar tradisional menurun drastis.

Secara otomatis, para pembeli atau pelanggannya pindah haluan untuk belanja minyak goreng di supermarket. 

"Selama dua hari ini pembeli menurun, biasanya sehari satu karton habis, sekarang paling cuma satu dua saja pembelinya," keluhnya. 

Menurutnya, harga kulakan minyak goreng masih mahal.

Dia berharap, pemerintah bisa segera memberikan subsidi harga minyak goreng di pasar tradisional agar tidak ada ketimpangan harga mengingat selisih harga masih berkisar Rp 6 ribu. 

"Harusnya adil dikasih (subsidi) semua biar sama-sama ramai. Kalau begini kan tidak laku. Sekarang kulakan saja masih mahal," ujarnya. 

Senada, pedagang sembako lainnya di Pasar Sampangan, Ida mengatakan, pembeli minyak goreng menurun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved