Berita Semarang
Jeritan Pedagang Pasar Tradisional Setelah Harga Minyak Goreng Turun, Ety: Harusnya Subsidi Adil
Para pedagang Pasar Tradisional mengeluhkan pembeli minyak goreng menurun sejak pasar modern menjual harga minyak goreng sebesar Rp 14 ribu
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
Dia pun mendapat keluhan dari para pelanggannya karena harga minyak masih tinggi. Saat ini, dia menjual minyak goreng dengan harga Rp 19,500 per liter.
"Pelanggan sering tanya kok masih tinggi. Ya memang di pasar masih tinggi. Saya jualnya Rp 19,5 ribu per liter," terangnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter memang masih berlaku untuk ritel.
Pasar tradisional mulai menerapkan kebijakan HET pada pekan depan.
Terkait mekanisme operasi minyak goreng di pasar tradisional, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Kementerian Perdagangan.
Terlebih, penjualan minyak goreng curah yang biasanya dijual di pasar tradisional juga belum diatur dalam kebijakan Kementerian Perdagangan.
"Pasar tradisional nanti seminggu setelah hari Rabu kemarin," ucapnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pedagang-Pasar-Saumat-2112022.jpg)