Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Warga Mandiraja Butuh Jembatan Besar untuk Akses Pasarkan Hasil Bumi dan Pembangunan Desa

Jembatan gantung masih menjadi akses vital sebagian warga di Kabupaten Banjarnegara. Terlebih daerah ini dilintasi beberapa sungai besar

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
khoirul muzaki
warga melintasi jembatan gantung Desa Kaliwungu, Mandiraja, Banjarnegara, Sabtu (23/1/2022) 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA -- Jembatan gantung masih menjadi akses vital sebagian warga di Kabupaten Banjarnegara. Terlebih daerah ini dilintasi beberapa sungai besar, semisal Sungai Serayu dan Sungai Sapi. 

Meski jembatan yang hanya bisa dilalui pejalan kaki kendaraan roda dua ini kurang bisa mengakomodir kebutuhan warga. 

Di Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, jembatan gantung masih menjadi akses andalan warga sejumlah desa. 

Jembatan gantung di Desa Kaliwungu misalnya. Jembatan ini menjadi akses utama warga di Desa Kaliwungu, Desa Kebanaran, Desa Jalatunda, dan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja. 

Sore ini, Sabtu (23/1/2022), di bawah gerimis, sejumlah pengendara lalu lalang melintasi jembatan. Mereka sangat hati-hati membawa barang bawaan.  Ada yang membawa rumput untuk hasil ternak, atau hasil bumi lainnya. 

Tanpa membawa barang pun, melintasi jembatan itu butuh perjuangan. Lebar jembatan terlalu sempit, serta bergoyang saat dilindas roda kendaraan. 

Apalagi saat hujan, badan jembatan berbahan besi itu berubah  licin hingga membahayakan pengendara. 

"Jembatan hanya untuk akses roda dua, " katanya, Sabtu (23/1/2022) 

Meski akses ekstrem, warga terbiasa menyeberang dengan barang bawaan. Mobil untuk mengangkut berbagai kebutuhan, termasuk hasil bumi tak bisa melintasi jembatan ini. 

Alhasil, barang itu harus diangkut menggunakan sepeda motor atau dilansir untuk dinaikkan ke mobil setelah sampai seberang. 

Tulus mengatakan, jika ingin menggunakan roda empat, warga di empat desa harus memutar jauh dengan waktu tempuh lebih panjang. 

"Harus memutar lewat Jalatunda, itu pun jalan sudah mulai rusak, " katanya

Warga harus mengeluarkan ongkos transportasi lebih mahal karena harus berjalan memutar. Ini jelas merugikan warga. 

Harga sejumlah kebutuhan pun melonjak karena masalah transportasi. Ia mencontohkan, warga harus membeli material bangunan dengan harga dua kali lipat dari harga normal.

Sebab mobil tidak bisa menyeberang. Material bangunan itu harus dilansir menggunakan sepeda motor melalui jembatan gantung

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved