Berita Banjarnegara
Warga Mandiraja Butuh Jembatan Besar untuk Akses Pasarkan Hasil Bumi dan Pembangunan Desa
Jembatan gantung masih menjadi akses vital sebagian warga di Kabupaten Banjarnegara. Terlebih daerah ini dilintasi beberapa sungai besar
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
"Kalau harga pasir Rp 200 ribu normalnya, sampai kampung jadi Rp 400 ribu karena ada ongkos ojek, "katanya
Ironisnya, saat harga kebutuhan melonjak, penghasilan warga yang mayoritas petani justru minim. Hasil panen mereka terjual dengan harga lebih rendah di banding di tampat lain.
Sebab mereka harus keluar ongkos lebih untuk melansir hasil bumi melalui jembatan gantung menggunakan jasa ojek sepeda motor. Sesampai di seberang sungai, hasil panen petani baru dinaikkan ke mobil yang butuh biaya angkut lagi.
Tulus berharap, pemerintah memerhatikan nasib warga dengan membangun jembatan permanen yang bisa dilalui mobil.
"Minta tolong segera dibangun jembatan permanen. Untuk ngangkut hasil bumi, warga sangat susah, " katanya. (*)
Baca juga: Longsor di Sumedang: Seorang Ibu Tewas dalam Keadaan Memeluk Anaknya yang Berusia 8 Tahun
Baca juga: Lirik Lagu dan Chord Kunci Gitar Everything Sucks Vaultboy
Baca juga: Disdagperim Lakukan Undian Pembagian Lapak PKL di Alun-Alun Kembangjoyo Pati
Baca juga: Bocah 4 Tahun Dirudapaksa Kakek 77 Tahun di Depan Saudara Kembarnya saat Ditinggal Ayah Kerja