Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mimbar Jumat

MIMBAR JUMAT Usman Roin : Kampus dan Uswah Literasi

MEMBACA-haruslah menjadi spirit warga kampus. Jangan sampai di kampus, membaca menjadi sesuatu yang langka bin asing

Tayang:
tribun jateng
Usman Roin 

Membaca paper teks, hakikatnya bisa dilakukan oleh dosen di manapun tempatnya. Di ruang dosen, area taman, hingga meja dan kursi tempat tunggu.

Selain itu, juga bisa dilakukan saat makan atau ngopi di kantin, sebagai ikhtiar agar membaca menjadi budaya warga kampus.

Bila perilaku dosen sudah seperti itu, nyatalah uswah membaca bagi mahasiswa. Mereka tidak perlu jauh-jauh mencari duta baca karena keberadaannya sudah tampak di depan mata. Dan bila itu dilakukan bersama-sama (civitas akademika), psikologis saling membudayakan baca akan cepat dan kuat terwujud secara masif menuju iklim research-oriented.

Elektronik Teks

Pada elektronik teks, membaca bisa dilakukan lewat laptop, gadget, dan sejenisnya. Hanya saja, masih tersimpul, bila kita membaca e-teks, orang lain menganggap kita tidak melakukan aktifitas membaca e-book, e-jurnal dan lainnya. Konotasinya lebih kepada membaca pesan medsos mulai dari WhatsApp, Instagram, Telegram, Facebook, Twitter dan lainnya. Tentu, untuk menyakinkan orang lain bahwa dosen melakukan aktifitas membaca e-teks, ekspresi kesungguh membaca akan menyimpulkan keyakinan cara orang lain memandang.

Dengan lebih serius memelototi gadget, ditambah jari hanya mengusap ke atas dan ke bawah, hingga membesarkan e-teks yang dibaca, itu satu bentuk mudah mendeteksi aktifitas sedang membaca.

Terlebih, bila kemudian teks bacaan elektronik (e-teks) tersebut diinformasikan kepada yang bertanya, atau diperlihatkan, tentu akan menyakinkan orang lain bahwa membaca via elektronik juga bisa intensif dilakukan dengan durasi pandangan yang perlu diatur. Tujuannya, agar mata tidak cepat lelah oleh radiasi.

Akhirnya, membaca baik melalui paper teks ataupun elektronik teks di kampus perlu dilakukan masif agar segera terwujud iklim literasi. Luarannya, temuan riset akademik jadi meningkat produknya sebagai upaya menjawab realitas problematika yang membutuhkan solusi genting bagaimana penyelesaiannya. Semoga, renungan kecil ini bermanfaat untuk semangat memajukan literasi di kampus. (*)

Baca juga: Loker Lowongan Kerja Karir Terbaru di Semarang Jumat 4 Februari 2022

Baca juga: Meningkatkan Kedisiplinan dengan Hati dan Aplikasi

Baca juga: Meningkatkan Pemahaman Materi Metamorfosis dengan Media Lagu

Baca juga: Aksi Bocah Perempuan Tarik Ayahnya yang Sawer Penyanyi, Lempar Tisu ke Arah Biduan

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved