Berita Sragen
Usir Tikus di Sragen Bukan Gunakan Jebakan Listrik, Dirjen Kementan: Lebih Efektif Burung Hantu
Guna melihat langsung jebakan tikus listrik, anggota DPR RI melakukan peninjauan di area persawahan Desa Jambanan, Sidoharjo, Sragen.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Masalah jebakan tikus listrik yang terus memakan korban jiwa di Sragen mendapatkan perhatian serius Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi dan para anggota Komisi IV DPR RI.
Guna melihat langsung jebakan tikus listrik, mereka melakukan peninjauan di area persawahan Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Sabtu (5/2/2022).
Suwandi mengatakan, ada banyak metode pengendalian hama tikus yang bisa digunakan para petani.
Satu di antaranya yakni memanfaatkan burung hantu.
Baca juga: Luluk Cabut Paksa Jebakan Tikus Listrik di Jambanan Sragen: Ini Harus Dihentikan, Pakai Cara Lain
Baca juga: Update Corona Sragen Hari Ini - Bupati Yuni: Ada Tambahan 23 Kasus, 1 Orang Terpapar Varian Delta
Baca juga: Jebakan Tikus Listrik di Sragen Memakan Korban, Dedi Mulyadi Minta Kementan Dampingi Petani
Baca juga: Satpol PP Sragen Tertibkan 111 PKL di Empat Jalan Raya Sragen
Menurutnya, burung hantu lebih bagus dan ramah lingkungan.
"Sebenarnya ada banyak metode yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama tikus."
"Semisal burung hantu, yang lebih bagus, ramah lingkungan tapi memang hasilnya tidak bisa instan," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (5/2/2022).
Suwandi melanjutkan, upaya ini terus dikembangkan oleh pihaknya di banyak daerah.
Bahkan di semua daerah endemi tikus, pihaknya sudah mulai memasang burung hantu.
Dia melanjutkan upaya ini secara bertahap semakin akan semakin meluas.
Untuk itu, harus ada rumah burung hantu, baru hewan tersebut.
Suwandi menyebut, harga burung hantu di kalangan sesama petani lebih murah harganya.
Hanya saja, petani harus mengganti biaya pemeliharaan.
"Biasanya mengganti biaya pemeliharaan, tiga bulan digantinya Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per ekor."
"Burung hantu Itu hebatnya bertelur sampai sembilan butir, jadi anaknya banyak," terangnya.