Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Petani Blora Mengeluh, Distributor Jual Pupuk Melebihi Ketentuan, Bupati: Silakan Dilaporkan

Ada laporan dari masyarakat penyaluran di kalangan petani harganya ada yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di Blora. Ini sikap Bupati. 

Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman bersama petugas dari TNI mengecek Gudang Penyangga Pupuk yang ada di Kelurahan Bangkle, Kabupaten Blora, Rabu (9/2/2022).

Itu dilakukan guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi serta harga pupuk.

Bupati mengungkapkan, ada laporan dari masyarakat penyaluran di kalangan petani harganya ada yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Baca juga: Dorong Petani dengan Pola Kemitraan, Bupati Blora Ingin Kestabilan Harga Jagung

Baca juga: Mantan Wakil Ketua DPRD Blora Dilaporkan ke Polisi, Diduga Serobot Status Tanah Milik Sri Budiyono

Baca juga: Bupati Blora Datangi Gudang Minyak Goreng Jepon, Bakal Bikin Bazar

Baca juga: Awal Tahun Banyak Dinamika Persoalan di Blora, Siswanto Minta Pemkab Fokus Urusan Pembangunan

“Sebenarnya terkait dengan pupuk ini patokannya adalah Elektronik-Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (E RDKK)."

"Masing masing petani sudah mempunyai jatahnya," ucapnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/2/2022). 

Pihaknya pun meminta untuk aktif melakukan pendampingan. 

"Distributor kami panggil untuk menyalurkan sesuai jatahnya masing-masing."

"Kadang kendalanya pengecer di bawah ya ini yang mana harganya kadang melebihi HET,” terangnya. 

Bupati meminta, para petani melapor apabila menemukan penjualan pupuk bersubsidi dengan harga melebihi ketentuan. 

“Silakan dilaporkan."

"Nanti akan terjun dengan Babinsa."

"Kami akan minta tolong Pak Dandim untuk mengawal penyaluran pupuk ini," ujarnya. 

Dikatakannya, para petani harus memahami jumlah ketersediaan pupuk bersubsidi ini jumlahnya sesuai ketentuan, tentunya mendapatkannya tidak bisa lebih dari jatahnya itu. 

"Kadang kan kebiasaan petani menggunakan pupuk berlebihan."

"Padahal pupuk bersubsidi sudah sesuai ketentuan yang ada” ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved