Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Pedagang Tempe dan Tahu di Pasar Tradisional Kendal Bakal Mogok Jualan 3 Hari

Pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional Kabupaten Kendal bakal menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari, terhitung mulai 21-23 Februari 2022.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Pedagang sedang berjualan tahu di Pasar Tradisional, Kota Kendal, Jumat (18/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional Kabupaten Kendal bakal menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari, terhitung mulai 21-23 Februari 2022.

Hal serupa juga dilakukan produsen tempe dan tahu yang akan melakukan mogok produksi.

Aksi tersebut menindaklanjuti surat pemberitahuan dari Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, pada 15 Februari 2022 kamarin.

Aksi mogok produksi dan jualan tempe tahu ini menyikapi tingginya harga kedelai yang tak kunjung stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara produsen tidak bisa menaikkan harga jual dikarenakan kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil.

Seorang produsen tempe dan tahu asal Sijeruk Kendal, Kurnia mengatakan, produksi tempe dan tahunya dihentikan mulai besok, Sabtu (19/2/2022).

Padahal, sekali produksi bisa menghabiskan 5 kuintal kedelai untuk tahu, dan satu kuintal kedelai untuk membuat tempe.

Kurnia dan suami tetap akan berkomitmen bersama produsen lainnya dengan aksi mogok produksi, agar pemerintah menekan harga bahan pokok pembuatan tahu dan tempe.

Meskipun, dia tidak tega jika masyarakat bakal kelimpungan mencari stok tempe dan tahu selama tiga hari.

"Saya sudah dapat surat pemberitahuannya. Ini bagian dari sikap koperasi produsen agar pemerintah lebih serius menanganinya. Sekarang saja saya beli kedelai Rp 12.000 per kilogram," terangnya.

Menurutnya, selama ini produsen tempe dan tahu merasa tercekik dengan melambungnya harga kedelai.

Dia dan suami hanya bisa mengurangi ukuran tempe, tanpa menaikkan harga jual.

Dikhawatirkan akan membebani masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, Kurnia juga bakal komitmen tidak membuka lapak tahu dan tempenya mulai Senin hingga Rabu mendatang di Pasar Tradisional Kendal.

Waktu tersebut bakal dimanfaatkan untuk istirahat, sembari menunggu tanggapan dari pemerintah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved