Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Ajisaka dan Tewasnya Dora-Sembada

Asal mula aksara jawa erat kaitannya dengan Legenda Ajisaka, seorang pemuda sakti dari Majethi bersama dua orang punggawa (abdi) setianya yaitu Dora

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
bp3d.boyolali.go.id
Cerita Rakyat Ajisaka dan Asal Mula Aksara Jawa 

Cerita Rakyat Ajisaka dan Asal Mula Aksara Jawa

TRIBUNJATENG.COM - Berikut legenda Ajisaka dan asal mula Aksara Jawa.

Asal mula aksara jawa erat kaitannya dengan Legenda Ajisaka, seorang pemuda sakti dari Majethi bersama dua orang punggawa (abdi) setianya yaitu Dora dan Sembada.

Kedua abdi ini sama-sama setia dan sakti.

Baca juga: Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat

Baca juga: Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Baca juga: Cerita Rakyat Asal-usul Selat Bali

Baca juga: Cerita Rakyat Keong Emas, Dongeng Pengantar Tidur Anak

Suatu saat Ajisaka ingin pergi meninggalkan pulau Majethi.

Dia menunjuk Dora untuk menemaninya mengembara.

Sedangkan Sembada, disuruh tetap tinggal di pulau Majethi. Ajisaka menitipkan pusaka andalannya untuk dijaga oleh Sembada.

Dia berpesan supaya jangan menyerahkan pusaka itu kepada siapa pun, kecuali pada Ajisaka sendiri.

Lain kisah, di pulau Jawa ada sebuah kerajaan yang sangat makmur sejahtera yaitu kerajaan Medhangkamulan.

Rakyatnya hidup sejahtera. Kerajaan Medhangkamulan dipimpin oleh seorang raja arif bijaksana bernama Dewatacengkar. Prabu Dewatacengkar sangat cinta terhadap rakyatnya.

Pada suatu hari ki juru masak kerajaan Medhangkamulan yang bertugas membuat makanan untuk prabu Dewatacengkar mengalami kecelakaan saat memasak,

Salah satu jarinya terkena pisau hingga putus dan masuk ke dalam masakannya tanpa dia ketahui. Disantaplah makanan itu oleh Dewatacengkar.

Dia merasakan rasa yang enak pada masakan itu. Dia bertanya daging apakah itu.

Ki juru masak baru sadar bahwa dagingnya disantap Dewatacengkar dan menjawab bahwa itu adalah daging manusia.

Dewatacengkar ketagihan dan berpesan supaya memasakkan hidangan daging manusia setiap hari. Dia meminta sang patih kerajaan supaya mengorbankan rakyatnya setiap hari untuk dimakan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved