Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Khusus

WAWANCARA, Mantan Dubes di Rusia: Saya Lihat Invasi Ini bukan Mencaplok Ukraina Hanya Beri Pelajaran

Kekuatan militer Rusia menempati peringkat kedua global power index dan disegani oleh negara-negara internasional.

Tayang:
Twitter/ Christopher Miller
Rusia mengerahkan pasukan besar-besaran menuju ibu kota Ukraina, Kiev, sebagaimana hasil citra satelit yang diambil pada Minggu (27/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM -- Kekuatan militer Rusia menempati peringkat kedua global power index dan disegani oleh negara-negara internasional.

Hal ini diungkapkan Mantan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia M Wahid Supriyadi saat wawancara eksklusif di kantor Tribun Network, Senin (28/2).

"Kalau Irak dan Suriah mungkin lemah. Tapi Rusia punya senjata luar biasa, bahkan ada sistem rudal 27 kali lebih cepat dari suara," tutur Wahid.

Ia menilai fakta ini yang membuat negara-negara barat bahkan NATO enggan mengirimkan bantuan personel.

Wilayah barat tidak akan arogan membantu Ukraina yang sedang diinvasi oleh militer Rusia.

 "Saya kira perhitungannya ke situ jangan sampai menimbulkan pertempuran habis-habisan," lanjutnya.

Berikut petikan wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Mantan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia M Wahid Supriyadi:

Mengapa tidak ada bantuan signifikan dari NATO untuk Ukraina?

Itu yang dipermasalahkan Ukraina artinya mereka tidak akan dapat kiriman tentara paling hanya peralatan. Memang terakhir agak kesulitan yang saya baca.

NATO tahu betul kekuatan militer Rusia menurut global power index nomor dua.

Rusia punya senjata-senjata yang luar biasa sekarang bahkan punya rudal 27 kali kecepatan suara sekali naik nggak bisa dicegat.

Kalau soal itu mikir juga wilayah barat. Apabila sampai perang lebih besar lagi bisa hancur-hancuran lagi dan semua akan rugi juga. Saya kira perhitungannya ke situ.

Selama ini China dengan Rusia hubungannya oke tapi kenapa dalam konflik ini terkesan diam saja?

Pertama, dua negara besar peringkat kedua dan ketiga ini punya perjanjian urusan dalam negeri masing-masing.

Kedua, perdagangan terbesar Rusia itu dengan China sebesar 141 miliar dolar AS. Itu kenaikannya luar biasa.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved