Berita Kesehatan
Hasil VCT Mobile Dinkes Blora: Ada 17 Penderita Baru HIV, Mereka Adalah Warga Binaan Rutan dan PSK
Puskesmas yang melayani pengobatan warga dengan penyakit HIV seperti Puskesmas Japah, Tunjungan, Ngawen, Doplang, Menden, Jiken, dan Sambong.
Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dinkes Kabupaten Blora bersama Puskesmas aktif melakukan deteksi dini penderita human immunodeficiency virus (HIV).
Salah satunya dengan menggelar voluntary counselling and testing (VCT) secara mobile.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Blora, Sutik mengungkapkan, dari VCT mobile yang dilakukan pada Ferbuari 2022, ditemukan 17 penderita baru HIV.
Baca juga: Jadi Narsum Seminar Narsional, Bupati Blora: Bangun Ekonomi Desa Libatkan Perguruan Tinggi
Baca juga: Rintis Kerjasama, Bupati Blora Minta Database Mahasiswa & Alumni UI Asli Blora Untuk Mbangun Blora
Baca juga: Ini 7 Titik Kamera Pengawas Lalu Lintas di Blora, Akan Disiapkan Satu Titik Lagi
Baca juga: Pemkab Blora Optimis Tahun Ini Raih Opini WTP Lagi
Menurutnya, sasaran VCT adalah kelompok yang rentan tertular penyakit HIV AIDS.
"Yakni para pekerja seks komersial (PSK) serta warga binaan atau narapidana di rumah tahanan negara (Rutan) Blora," ucapnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (3/3/2022).
Dikatakannya, kegiatan digelar rutin setiap tahun.
Pada Februari 2022, pihaknya memeriksa 239 orang melalui VCT mobile.
"Mereka adalah para PSK dan warga binaan rutan."
"Dari kegiatan itu ditemukan ada 17 penderita baru HIV,’’ ungkap Sutik.
Dia menambahkan, jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 27 orang.
Selain itu, 10 Puskesmas di Kabupaten Blora kini sudah bisa melayani pengobatan warga yang menderita penyakit HIV.
Puskesmas yang melayani pengobatan warga dengan penyakit HIV seperti Puskesmas Japah, Tunjungan, Ngawen, Doplang, Menden, Jiken, dan Sambong.
"Di 10 Puskesmas itu sudah ada petugas pelayanan pengobatan termasuk konseling bagi penderita HIV,"’ ujar Sutik.
Bagi yang dinyatakan positif HIV, Sutik meminta mereka melakukan pengobatan rutin dengan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).
"Obat yang diberikan gratis tersebut bisa diperoleh di Puskesmas maupun rumah sakit," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sutik-dinkes-blora.jpg)