Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

VIRAL : Media Barat Klaim Ukraina Lebih Beradab Dibanding Irak dan Afghanistan,SARA pun Dibawa-bawa

Sebenarnya di dunia ini siapa yang rasis dan tidak beradab? Di tengah konflik Rusia dan Ukraina media Barat ini mengklaim Ukraina tak layak jadi medan

Tayang:
AFP/SERGEY BOBOK
Pemandangan alun-alun di luar balai kota Kharkiv yang rusak pada 1 Maret 2022, hancur akibat penembakan pasukan Rusia. - Alun-alun pusat kota kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia yang menyerang gedung pemerintah setempat, kata gubernur regional Oleg Sinegubov. Kharkiv, kota yang sebagian besar berbahasa Rusia di dekat perbatasan Rusia, memiliki populasi sekitar 1,4 juta. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

Sementara koresponden NBC News, Kelly Cobiella, melontarkan komentar rasis dengan menyinggung tentang warna kulit dan agama.

“Ini bukanlah para pengungsi dari Suriah, para pengungsi ini dari Ukraina. Mereka Kristen, mereka putih, mereka sangat mirip (dengan dia),” kata Cobiella.

Seorang analis yang tampil di kanal televisi Prancis, BFMTV, juga membuat komentar rasis.

“Kita di sini tidak bicara tentang orang Suriah kabur dari bombardir rezim Suriah yang disokong Putin,

Kita bicara tentang orang Eropa yang kabur dengan mobil yang mirip dengan punya kita untuk menyelamatkan hidup,” kata analis tersebut.

Bukan hanya itu saja. Media internasional yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, juga kecolongan komentar rasis oleh salah seorang presenternya.

Atas komentar presenternya, Al Jazeera sendiri kemudian meminta maaf dan mengakui bahwa si presenter insensitif dan insiden ini akan ditindaklanjuti.

Presenter Al Jazeera tersebut membandingkan arus pengungsi Ukraina dengan Timur Tengah.

“Mereka tidak terlihat seperti pengungsi yang pergi dari wilayah-wilayah di Timur Tengah yang masih dilanda perang besar.

Mereka bukanlah orang yang pergi dari Afrika Utara.

Mereka terlihat seperti keluarga Eropa mana pun yang tinggal di sebelah Anda,” kata presenter tersebut.

Sementara itu, menanggapi banyaknya peliputan dengan komentar rasis oleh media Barat, Asosiasi Jurnalis Arab dan Timur Tengah (AMEJA) mengecam fenomena tersebut.

“Kami menolak implikasi orientalis dan rasis bahwa populasi atau negara mana pun itu ‘tidak berperadaban’ atau menyandang faktor ekonomis yang membuatnya layak dijadikan tempat konflik,” tulis pernyataan AMEJA dikutip Rudaw.

“Itu merefleksikan mentalitas yang meresap di jurnalisme Barat yang menormalisasi tragedi di bagian tertentu dunia.

"Itu dehumanisasi dan menerjemahkan pengalaman mereka dengan perang sebagai sesuatu yang normal dan bisa diduga,” lanjut pernyataan tersebut. (*)

Baca juga: Respons DLH Soal Pulau Sampah di Pesisir Semarang, Terjunkan Tim Cek Lokasi

Baca juga: Lokasi Kecelakaan Bus Rombongan MI Miftahul Maarif Kudus di Purbalingga Sangat Rawan

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Planet Crypto, Main Game Dapat Duit Bitcoin

Baca juga: Lima Dokter Dilantik Jadi ASN Pemkab Tegal dari Jalur Seleksi PPPK

Sumber: Intisari
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
Live
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved