Berita Pekalongan
Air Sumur di Simbangkulon Tercemar Limbah, PMI Pekalongan Suplai Air Bersih
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan mendistribusikan bantuan air bersih ke warga Kelurahan Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Pekalongan
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
Sebelum adanya bantuan, ia memenuhi kebutuhan air sehari-hari seperti mencuci, minum, dan memasak harus membeli air isi ulang galon.
Isi ulang air per galon itu Rp 5 ribu, sedangkan yang dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari itu 4 galon.
"Bantuan air bersih ini akan digunakan untuk minum dan memasak. Sedangkan air untuk mandi, saya masih pakai air sumur yang tercemar limbah. Caranya, air sumur saya tampung dulu di ember.
Lalu, didiamkan beberapa saat biar warnanya mengendap. Lalu saya ambil dengan hati-hati yang atas," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, resah karena sumur mereka tercemar air limbah.
Misbahudin (40) warga RT 15 RW 5, Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan mengatakan, air sumurnya mulai terkena limbah sejak adanya proyek pembangunan saluran air.
"Kurang lebih 3 bulan air sumur miliknya, berubah menjadi warna merah kehitaman," kata Misbahudin (40) warga RT 15 RW 5, Jum'at (4/3/2022).
Misbahudin mengungkapkan, penyebab dari hal itu karena adanya proyek saluran air yang ada di desa tersebut.
"Semenjak ada proyek pembangunan di desa, limbah batik masuk ke sumur. Sebelumnya, tidak pernah terjadi air sumur berubah menjadi berwarna," ungkapnya.
Kemudian, saat disingung apakah tidak gatal mandi menggunakan air tercemar limbah, ia mengaku badannya sudah gatal-gatal sehabis mandi air hitam tersebut.
"Kalau masalah gatal, habis mandi menggunakan air keruh ya memang terasa gatal, tapi bagaimana lagi karena adanya air seperti itu," imbuhnya.
Ia mengaku sudah melaporkan ke staf kelurahan terkait, dampak sumur yang kena dampak pembangunan proyek tersebut.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Saifuddin (47) warga RT 15 RW 5, Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, bahwa ia harus mengungsi mandi di rumah mertua atau kerabatnya semenjak airnya sumurnya berubah menjadi warna hitam.
"Saya sama kayak pak Misbah 3 bulan merasakan hal yang serupa. Minum dan masak kami pakai air galon, kalau mandi saya dan istri ngungsi di mertua atau kerabat," kata Saifuddin (47) warga RT 15 RW 5,
Mereka menduga, penyebab kasus ini karena adanya proyek pembangunan saluran air di Simbang Kulon. Proyek yang tak kunjung rampung membuat saluran-saluran air tak lancar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/relawan-pmi-kabupaten-pekalongan-suplai-air-bersih-di-kelurahan-simbangkulon.jpg)