Berita Semarang

Marak Fenomena Pernikahan Beda Agama Diunggah di Media Sosial, Begini Respons Kemenag Jateng

Maraknya pernikahan pasangan beda agama ramai di media sosial. Kemenag Provinsi Jateng, Muhtasit, menanggapi fenomena ini

Penulis: moh anhar | Editor: moh anhar
DOKUMENTASI PRIBADI 
Plt Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Muhtasit 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Maraknya pernikahan pasangan beda agama ramai di media sosial. TribunJateng.com (Tribun Network), Senin (7/3/2022), memberitakan, adanya unggahan video oleh akun Tiktok @shaca_alya yang memperlihatkan sepasang pengantin tengah mengikuti prosesi pernikahan di beberapa tempat.

Mempelai wanita mengenakan jilbab, dan mempelai laki- laki mengenakan jas hitam.

Lokasi dalam video berdurasi pendek itu juga memperlihatkan ruangan di dalam gereja.

Tak hanya itu, seorang pastor dan seorang pria yang mengenakan peci juga ada di dalam video tersebut.

Ahmad Nurcholish, konselor yang juga menjadi saksi dalam pernikahan beda agama itu menjelaskan, acara tersebut dilaksanakan di Kota Semarang, Sabtu (5/3) lalu.

Baca juga: Jorge Martin Bakal Ikut Mengaspal di Sirkuit Mandalika, Awal Diragukan Karena Kecelakaan di Qatar

Baca juga: Kecelakaan Motor Vario Ambyar Tabrakan Mobil Damkar Ngeblong Bangjo Alun-alun Sragen, 1 Orang Tewas

Baca juga: INGAT! Kasus Meninggalnya Mahasiswa UNS, Jaksa Penuntut Umum Tuntut 7 Tahun Penjara pada 2 Terdakwa

"Pernikahan tersebut berlangsung dengan dua tata cara Islam dan Katolik. Prosesi akad secara Islam digelar di salah satu hotel di Kota Semarang, dan prosesi pemberkatan digelar di Gereja ST Ignatius Krapyak Kota Semarang," terangnya kepada TribunJateng.com (Tribun Network), Senin (7/3/2022).

Ditambahkan Nurcholis, pasangan beda agama tersebut sebelumnya telah melakukan konseling selama 2 tahun, sebelum akhirnya melangsungkan pernikahan.

Bahkan, ia menyebutkan selain pasangan tersebut ada 1.425 pasangan beda agama yang menikah yang dibimbing olehnya bersama rekan-rekan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Pernikahan beda agama 8322 1
Pernikahan beda agama yang digelar di Kota Semarang, pernikahan tersebut digelar melalui dua tata cara Islam dan Katolik, beberapa waktu lalu.

Menanggapi maraknya pernikahan pasangan beda agama tersebut, Plt Kasi Kepenghuluan Kanwil Kemenag Provinsi Jateng, Muhtasit, menyampaikan, adanya beberapa hal yang harus menjadi perhatian bagi pasangan yang akan menikah.

Kemenag, yang diantara tugasnya membawahi lembaga yang mengurusi pernikahan, melalui KUA, maka pernikahan yang diberlangsungkan dengan penghulu KUA harus memenuhi kaidah hukum perkawinan Islam.

Kaidah hukum perkawinan Islam ini mencakup syarat dan rukun sah nikah.

"Dalam pernikahan Islam itu, ijab kabul diberlangsungkan dengan mensyaratkan calon suami dan istri, keduanya harus beragama Islam," katanya, Selasa (8/3/2022).

Dengan menyandang agama Islam ini, lanjut Muhtasit, maka ia berharap pasangan suami-istri ini senantiasa memegang teguh nilai-nilai Islam demi terbentuknya sebuah keluarga sakinah usai ijab kabul pernikahan
tersebut.

Lalu bagaimana dengan fenomena kegiatan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan beda agama dengan tata cara agama yang berbeda secara bergantian, menurut agama yang dipeluk calon pasangan?

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved