Berita Semarang
Semarang PPKM Level 3 hingga 14 Maret Meski Tren Kasus Covid-19 Menurun
Kota Semarang masih masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 meski kasus Covid-19 sudah melandai.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang masih masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 meski kasus Covid-19 sudah melandai.
PPKM level 3 itu diperpanjang mulai Selasa (8/3/2022) hingga 14 Maret mendatang sesuai ketentuan dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, grafik kasus Covid-19 sudah menunjukan tren penurunan pada Maret ini.
Hanya saja, Kota Semarang masih berada di PPKM Level 3. Pasalnya, kriteria penetapan level tidak hanya dilihat dari jumlah kasus.
Bed occupancy ratio (BOR) tempat isolasi di rumah sakit Kota Semarang masih di atas 30 persen.
Sedangkan, BOR di isolasi terpusat tinggal satu persen. Sedangkan pasien yang melakukan isolasi mandiri juga sudah berkurang. Saat ini, pasien isolasi mandiri sudah di bawah 100 kasus.
"Kasus sekarang sudah di angka sekitar 300. Paling banyak di RS. Minggu lalu, kami sudah zoom dengan semua rumah sakit yang menangani Covid-19. Pasien masuk dengan komorbid, saat diswab positif," terang Hakam, Selasa (8/3/2022).
Selain dilihat dari BOR rumah sakit yang masih tergolong tinggi dibanding isolasi terpusat dan isolasi mandiri, Hakam menambahkan, angka kematian pada Februari mencapai satu persen.
Menurutnya, pasien yang meninggal tidak murni karena Covid-19 melainkan ada faktor lain diantaranya memiliki komorbid, sudah masuk usia lanjut, ataupun belum divaksin lengkap.
"Jadi angka kematian di Kota Semarang dibanding kota/kabupaten lain di Jateng sedikit agak naik karena orang-orang dengan kanker, atau penyakit yang sudah determinal, mereka masuk dengan itu. Dulu, saat varian delta difoto ada bercak-bercaknya. Ini sekarang murni dari penyakit penyerta," jelasnya.
Di sisi lain, sambung dia, cukup tingginya angka kematian di Kota Semarang juga lantaran pasien luar kota yang dirawat di faskes Kota Semarang tetap masuk data.
Pasalnya, pemerintah pusat mendata dari faskes di mana pasien dirawat. Selain BOR dan angka kematian, Hakam menerangkan, testing juga berimbas para positive rate. Angka positive rate di Kota Semarang masih berada pada 10-11 persen.
"Kami akan turunkan di bawah lima. Kalau di bawah lima pasti akan turun level 1," ucapnya.
Sedangkan angka vaksinasi di Kota Semarang, menurut Hakam, sudah cukup baik. Vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah di atas 100 persen.
Sedangkan, vaksinasi dosis ketiga saat ini sudah 25-26 persen atau sekitar 330 ribu sasaran. Dia menargetkan, vaksinasi dosis ketiga bisa mencapai 30 persen pada pekan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lawang-sewu-akhir-pekan-di-ppkm-level-2-di-kota-semarang.jpg)