Berita Karanganyar

Cafe Jokolangan Karanganyar, Sensasi Bersantap Dengan Latar Perbukitan

Jokolangan Coffee Space dapat menjadi alternatif wisata kuliner saat mengunjungi wilayah Desa Wonorejo Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Pengunjung saat berswa foto di lantai dua Jokolangan Coffee Space Desa Wonorejo Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar, Sabtu (19/3/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Jokolangan Coffee Space dapat menjadi alternatif wisata kuliner saat mengunjungi wilayah Desa Wonorejo Kecamatan Jatiyoso Kabupaten Karanganyar. 

Lokasinya berjarak sekitar 30 Km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Karanganyar. Tempatnya yang berada di dataran tinggi, menyuguhkan pemandangan perbukitan.

Pengunjung dapat menyantap hidangan sembari melihat pemandangan alam serta dapat berswa foto. Suasana di tempat tersebut cenderung tenang serta memiliki udara segar. 

Ketua BUMDes Wonorejo, Agus Salim menyampaikan, kafe tersebut telah beroperasi sekitar 5 bulan lalu. Kafe dua lantai itu dikelola oleh BUMDes setempat.

Pekerja di kafe ini merupakan warga sekitar Desa Wonorejo. Mereka telah diberikan pelatihan dalam menyajikan berbagai macam kopi.

"Kita menyuguhkan pemandangan dan kopi lokal, selain beberapa makanan," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (19/3/2022). 

Dia berharap adanya kafe ini dapat menunjang pariwisata di Desa Wonorejo. Sehingga dengan begitu dapat meningkatkan perekonomian sekitar. 

"Kita berdayakan sebanyak mungkin warga lokal daerah sini dan bisa memotivasi teman-teman di sini menciptakan ekonomi kreatif masing-masing. Bisa jualan merchandise dan lainnya," ucapnya. 

Kafe ini beroperasi setiap hari mulai dari pukul 09.00-21.00.

Ada beberapa menu makanan dan minuman yang dijual di kafe ini di antaranya ayam goreng sambal matah, ayam geprek, pisang keju, pisang coklat, singkong keju, dan kentang goreng.

Harga makanan cukup terjangkau berkisar Rp 8.000 hingga Rp 18 ribu. 

Sedangkan minumannya ada berbagai macam seperti kopi puncak, kopi tubruk, wedang uwuh, teh lawu, dan aneka jus. Harganya berkisar Rp 5.000 hingga Rp 16 ribu. 

Pengunjung asal Kabupaten Wonogiri, Listy Herlingga baru pertama kali datang ke lokasi ini. Dia datang bersama tiga rekan kerjanya. 

"Tau tempat ini dari media sosial. Sesuai ekspektasi. Meski jauh, terbayar dengan pemandangan dan suasananya. Udaranya juga segar. Cocok sekali untuk (wisata) akhir pekan," ungkapnya. (Ais).

Baca juga: Bukit Jokolangan Jatiyoso Karanganyar, Pendaki Disuguhkan Pemandangan Gunung Lawu dan Mongkrang

Baca juga: Hansi Flick Berterima Kasih, Thomas Tuchel Sudah Bantu Kai Havertz, Jadi Penyerang Palsu di Chelsea

Baca juga: Hasil Babak I Skor 1-0 Persib Bandung Vs Persebaya, David da Silva Buktikan Janji Cetak Gol!

Baca juga: Minyak Goreng Mahal, Pedagang Gorengan di Blora Siasati Kurangi Ukuran 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved