Guru Berkarya
Konseling Individu Efektif Menangkal Perilaku Siswa Membolos
Salah satu layanan konseling yang dapat dilakukan oleh guru BK adalah layanan konseling individual.
Oleh: Sri Mastuti SPd, Guru BK SMPN 2 Wonokerto Kab Pekalongan
SALAH satu layanan konseling yang dapat dilakukan oleh guru BK adalah layanan konseling individual. Konseling individual mempunyai makna spesifik dalam arti pertemuan konselor dengan konseli secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberikan bantuan pengembangan pribadi konseli serta konseli dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.
Menurut Sutardi (2016:42) konseling individual adalah suatu metode perawatan psikis yang dilakukan dengan cara berdialog antara konselor dengan konseling, untuk menetukan isu yang penting bagi dirinya dan pemecahan masalah bagi dirinya, maka konseli itu sendiri didorong oleh konselor untuk mencari serta menemukan cara yang baik dalam pemecahan masalahnya. Konsep konseling individual ditunjukan untuk membantu peserta didik memperbaiki kebiasan yang kurang memadai (perilaku menyimpang) agar menjadi perilaku yang lebih baik terutama dalam lingkungan sekolah.
Cara yang dilakukan yaitu dengan menyadarkan peserta didik atas sikap dan perilaku yang kurang tepat agar dapat diubah dan diperbaiki. Diharapkan peserta didik dapat memahami dan menyadari bahwa sikap dan perilaku lamanya itu tidak layak dilakukan dan mesti diubah menuju kondisi yang lebih baik.
Perilaku peserta didik dalam kenyataan di lingkungan sekolah dapat dilihat dari tata tertib yang dibuat di lembaga pendidikan, pada prinsipnya merupakan peraturan yang harus dipatuhi oleh peserta didik. Jika peserta didik mematuhi peraturan disekolah makan peserta didik tersebut melakukan perilaku yang baik, jika peserta didik melanggar peraturan tersebut berarti peserta didik menunjukkan perilaku yang kurang baik (perilaku menyimpang).
Perilaku membolos merupakan salah satu perilaku menyimpang yang sering kali terjadi di SMP Negeri 2 Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Hal ini merupakan fenomena yang perlu penanganan tersendiri oleh pihak sekolah. Salah satu cara yang dilakukan untuk menangani penyimpangan tersebut adalah dengan cara melakukan konselibng individual.
Konseling individual memiliki tujuan seperti yang dijelaskan oleh beberapa para ahli. Menurut Tohirin(2017:71) Tujuan layanan konseling individual adalah agar peserta didik memahami kondisi dirinya, sehingga peserta didik mempu mengatasinya. Dengan kata lain, konseling individual bertujuan untuk mengetaskan masalah yang dialamai konseli (peserta didik).
Dengan kata lain konseling individu bertujuan agar konseli dapat mengenal diri sendiri, menerima diri sendiri serta realistis dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya. Suatu hubungan pribadi yang unik dalam konseling dapat membantu individu membuat keputusan, pemilihan dan rencana yang bijaksana, serta dapat berkembang dan berperan lebih baik dilingkungannya. Layanan konseling membantu konseli untuk mengerti diri sendiri mengeksplorasi diri sendiri dan dapat memimpin diri sendiri dalam suatu masyarakat.
Pada dasarnya layanan konseling individual dapat diselenggarakan kapan saja, atas kesepakatan dengan konseli dan memperhatikan kenyamanan konseli dan asas kerahasiaan. . Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas layanan konseling individual dalam membantu mengatasi perilaku membolos di SMPN 2 Wonokerto diantaranya Guru pembimbing atau Guru Bimbingan Konseling, Peserta didik, Saranan Prasarana, dan Waktu.
Penerapan Konseling Individual pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Wonokerto Kabupaten Pekalongan sangatlah efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa, terutama pada perilaku membolos. Hal ini dapat dilihat bahwa peserta didik yang membolos di semester ganjil tidak lagi membolos di semester genap berdasarkan buku catatan BK, Wali kelas serta jurnal pembelajaran pada setiap mata pelajaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sri-mastuti-s-pdguru-bk-smp-n-2-wonokerto-kab-pekalongan.jpg)