Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Respon Polisi Tanggapi Warganet Sebut Motif Pembunuhan Gadis Karyawan Pabrik Karena Cinta Segitiga

Polisi memberikan respon terkait media sosial yang ramai membicarakan kasus tewasnya gadis karyawati pabri yang ditikam orang.

Editor: rival al manaf
Tribun Jakarta
Kolase lokasi dan korban pembunuhan di Cikarang, Bekasi. 

TRIBUNJATENG.COM, CIKARANG - Polisi memberikan respon terkait media sosial yang ramai membicarakan kasus tewasnya gadis karyawati pabri yang ditikam orang.

Di media sosial warganet sudah membicarakan motif pembunuhan tersebut.

Rata-rata mereka menyebut ada motif cinta segitiga dibalik aksi penikaman yang menewaskan IN (22) itu.

Menanggapi hal itu polisi angkat bicara.

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 6 Halaman 42 43 44 45 46 Buku Tematik Revolusi Bumi

Baca juga: Alasan Alvredo Vera Optimis Persipura Lolos Degradasi Liga 1, 5 Laga Terakhir Mengejutkan

Baca juga: Detik-Detik Penangkapan Bandar Sabu Lumajang: Polisi Hampir Tertabrak, Mobil Pelaku Nyaris Terbakar

Sebelumnya diberitakan IN (22), seorang karyawati pabrik yang ditikam pada Selasa (22/3/2022) pagi di Cikarang.

Berdasarkan kabar terbaru yang berhasil dihimpun Kompas.com, Polres Metro Bekasi saat ini baru memeriksa sembilan orang saksi terkait peristiwa yang menewaskan perempuan muda tersebut.

"Masih kita lidik, yang diperiksa itu ada sembilan orang, dimintai keterangan sebagai saksi," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal dari Polres Metro Bekasi AKP Aris Timang ketika dihubungi, Rabu (23/3/2022).

Selain memeriksa para saksi, pihak kepolisian juga masih terus meminta keterangan masyarakat di lapangan.

"Kami masih mendalami, meminta keterangan-keterangan di lapangan," lanjut Aris.

Dugaan motif asmara

Di media sosial, banyak yang menyebut bahwa korban diduga tewas akibat terlibat cinta segitiga.

IN disebut telah memiliki seorang kekasih di kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, tetapi kini berpacaran dengan seorang pria berinisial ACF di Bekasi.

Menanggapi kabar tersebut, Kapolres Metro Bekasi Gidion Arif Setyawan menjelaskan tidak ingin mengambil kesimpulan terlalu cepat.

Pihaknya masih berusaha mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan itu.

"Kami belum mengarah kepada pelakunya. Kami dalami berbagai motif berdasarkan data," kata Gidion ketika diwawancara terpisah di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (22/3) lalu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved