Berita Nasional
Jokowi Cerita 2 Pekan Ini Pemimpin China, Kanada Prancis hingga Jerman Menelpon Curhat: Semua Pusing
Menurut Jokowi, para pemimpin dunia itu mengeluhkan kondisi dunia yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina
TRIBUNJTENG.COM, JAKARTA - Jokowi Cerita 2 Pekan Ini Pemimpin China, Kanada Prancis hingga Jerman Menelpon Curhat: Semua Pusing
Presiden Joko Widodo menceritakan, ia baru-baru ini mendapat telepon dari sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan di dunia.
Menurut Jokowi, para pemimpin dunia itu mengeluhkan kondisi dunia yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.
"Semua negara betul-betul pusing semua. Dalam dua minggu ini saya dapat telepon beberapa kepala negara/pemerintahan," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan pada acara Afirmasi Bangga Buatan Produk Indonesia yang digelar di Bali dan disiarkan secara virtual pada Jumat (25/3/2022).
Baca juga: Putin Perintahkan Pasukan Rusia Harus Sudah Menang Atas Ukraina pada 9 Mei 2022
Baca juga: Pelatih Persib Robert Alberts Sindir Liga 1 Rasa Bali Cup: Semua Tahu
"Kemarin Presiden (Prancis) Emmanuel Macron telepon, sebelumnya Presiden (Cina) Xi Jinping telepon, sebelumnya Perdana Menteri (Kanada) Justin Trudeau telepon."
"Sebelumnya Kanselir Jerman Olaf Scholz telepon."
"Semuanya sama. Bingung menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita alami bersama," ujar dia.
Jokowi lalu menjelaskan, saat ini semua negara sedang mengalami kesulitan ekonomi.
Dampak pandemi dan perang membuat prediksi yang telah ditetapkan dalam kebijakan negara tidak bisa lagi dihitung dengan angka-angka yang pasti.
Selain itu, ada pula dampak lain, yakni kelangkaan energi yang menyebabkan naiknya harga minyak mentah dunia.
"Coba kita lihat naik yang dulu hanya 50-60 dolar AS per barel, sekarang menjadi 118 dolar AS per barel. Dua kali lipat," ungkap Jokowi.
"Sehingga negara-negara yang tidak menyubsidi BBM (bahan bakar minyak) harganya naik langsung dua kali lipat."
"Bayangkan kita (BBM) naik 10 persen saja demo-nya tiga bulan."
"Ini naik dua kali lipat. Artinya 100 persen naik," ujar dia.
Selain minyak, kenaikan harga juga terjadi pada gas dan pangan.