Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Efektif, Dalam Tiga Bulan E-Retribusi Pasar Batang Sudah Capai Rp 900 Juta

Para pedagang pasar tidak lagi membayar retribusi dengan manual. Melainkan cukup menggunakan kartu dan barcode yang sudah tersedia di setiap lapak

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pasar Batang 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Para pedagang pasar tidak lagi membayar retribusi dengan manual. 

Melainkan cukup menggunakan kartu dan barcode yang sudah tersedia di setiap lapak, petugas penarikan tinggal menscan pada barcode tersebut.

Pemberlakuan E-Retribusi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batang pun dinilai cukup efektif.

Pasalnya, pada triwulan pertama tahun ini penerimaan e-retribusi pasar di Kabupaten Batang sudah menyentuh Rp 968,298 juta.

Angka itu mencapai 22 persen dari target penerimaan E-Retribusi 2022 yang mencapai Rp 4,5 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Supriyanti di kantornya.

"22 persen dalam tiga bulan itu bagus, karena e retribusi program baru, kalau dari perhitungan target, paling tidak sebulan harus mencapai 8,33 persen," terangnya, Jumat (1/4/2022).

Dikatakannya, e-retribusi diterapkan di delapan pasar milik pemerintah Kabupaten Batang yaitu Pasar Batang, pasar Limpung, pasar Bandar, pasar Bawang, pasar Subah, Pasar Tersono, pasar Warungasem, dan pasar Plelen.

"Untuk pasar desa masih menggunakan cara manual, sebab pengelolaan oleh pemdes dan sistem bagi hasil dengan pemkab," ujarnya

Ia mengakui bahwa sistem E retribusi sempat ada kendala.

"Ada beberapa masalah yang muncul antara lain sinyal susah, server ngedrop hingga alat pendukung terkendala," imbuhnya.

Seorang penjaga toko di Pasar Batang,  Vonny merasa lebih senang dengan p laksaan e-retribusi, lantarantidak perlu uang kembalian dan lebih transparan.

"Pedagang juga tinggal top up gak perlu bayar pada petugas yang lewat," ujarnya.

Senada, Seorang pedagang, H Mirza mengakui lebih suka penerapan e-retribusi dengan barcode dibanding manual. 

Menurutnya, pembayaran dengan e Retribusi lebih efektif.

"Nilainya juga lebih murah, kalau manual Rp 5.000 per hari sekarang Rp 3.500 per hari," tutur pemilik toko haji Ali.

Ia pun bisa menabung untuk membayar retribusi untuk beberapa hari ke depan, karena proses pembayaran pun dipotong otomatis dari tabungan retribusi.

"Insyallah lebih efektif dan tidak akan bisa disalahgunakan karena sistem retribusi langsung masuk ke rekening BPD Jateng," pungkasnya.(din)

Baca juga: Ingat Pengusaha Katering yang Tewas Bersimbah Darah? Dalang Pembunuhan Ternyata Anak Pacarnya

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Jelang Idul Fitri, Ketua Satgas Jelaskan Aturan Mudik Aman Covid-19

Baca juga: FH USM Semarang Gelar Seminar Penyetaraan Hak Bantuan Hukum

Baca juga: Satpol PP Kota Semarang Tertibkan 19 Lapak Liar di Arteri Yos Sudarso

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved