Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Magister IPS UMP Purwokerto Gelar Pelatihan Menulis Buku Kurikulum Merdeka

Magister Pendidikan IPS Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar acara pelatihan Penulisan Buku dalam Kurikulum Merdeka.

Editor: abduh imanulhaq
UMP PURWOKERTO
Pelatihan Penulisan Buku dalam Kurikulum Merdeka di Ruang Sidang UMP Tower AR Fachruddin, 28-30 Maret 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Magister Pendidikan IPS Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar acara pelatihan Penulisan Buku dalam Kurikulum Merdeka.

Acara yang digelar di Ruang Sidang UMP Tower AR Fachruddin, 28-30 Maret 2022, itu diikuti sejumlah guru dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Sedikitnya ada 82 peserta dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga.

Pelatihan Penulisan Buku dalam Kurikulum Merdeka di Ruang Sidang UMP Tower AR Fachruddin
Pelatihan Penulisan Buku dalam Kurikulum Merdeka di Ruang Sidang UMP Tower AR Fachruddin (IST)

Pelatihan tersebut terlaksana berkat kerjasama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Magister Pendidikan IPS UMP, Penerbit Aan Publishing, dan UIN Syaizu Purwokerto dengan dibuka langsung oleh Kepela Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati, S.E.

Dalam sambutannya, Irawati menyampaikan kegiatan Pelatihan Penulisan Buku ini sudah sering dilaksanakan, namun yang paling utama adalah produknya harus nyata.

“Penulisan buku bagi para guru memiliki arti penting selain untuk meningkatkan kompetensinya, buku juga bisa dipakai untuk persyaratan kenaikan pangkat, bagi yang PNS,” jelasnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber, Dr. Sriyanto, M. Pd., sekaligus Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Pendidikan IPS, dan narasumber kedua Prof. Dr. Sunhaji, dari UIN Syaizu Purwokerto, serta dari pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.

Dr Sriyanto M Pd menjelaskan konsep tentang membaca untuk menulis perlu ditumbuhkembangkan untuk seluruh elemen masyarakat terutama dalam dunia pendidikan, apalagi memasuki masa pandemi Covid-19.

“Saat ini daya literasi dan numerasi siswa mengalami penurunan, menurunnya daya literasi selain faktor pandemi, juga disebabkan oleh buku-buku yang kurang berkualitas, sehingga tidak menarik untuk dibaca. Oleh karena itu, diperlukan upaya agar buku-buku yang ditulis oleh para penulis memenuhi standar,” tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved