Berita Semarang
Demi Minyak Goreng Curah Rp 14.400, Pedagang Pasar Wonodri Semarang Rela Antre dan Kehujanan
Sejauh ini, pedagang Pasar Wonodri ini harus mengatre hampir seharian di tempat distributor di Jalan Dr Cipto Semarang untuk mendapatkan minyak goreng
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
"Pukul 08.00 baru mengambil antrean."
"Nanti balik lagi antre ngisi."
"Itu saja kalau kepotong Jumatan jeda dulu, prosesnya parah," ungkap Suparmi kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/4/2022).
Karenanya, dia bersyukur bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga murah pada operasi pasar meski jumlahnya tidak banyak.
Namun sayangnya, operasi pasar belum dilakukan secara berkala.
"Ini agak membantu, tapi sayangnya cuma sekali saja."
"Kadang-kadang kami mikir, dapat gini harga murah tapi cuma sekali tok," ucapnya.
Biasanya dia menjual minyak goreng curah hingga Rp 20 ribu per liter.
Tingginya harga karena stok yang langka dan perjuangan mengantre cukup sulit.
Dengan adanya operasi pasar ini, pedagang harus menjual dengan harga Rp 15.500 per liter.
"Biasanya saya jual mentok Rp 20 ribu."
"Terus terang mahal karena perjuangannya mengatre seharian, dapatnya hanya 30 kilogram."
"Itu saja sehari langsung habis."
"Kalau ini disuruh jual murah ya saya nurut saja," jelasnya.
Pedagang tahu, Sarikem juga sangat senang bisa mendapatkan minyak goreng curah dengan harga murah.