Happy Ramadhan
Ngabuburit Ramadhan di Banyumas, Lihat Kentongan Musik Rakyat Khas Banyumas
Warga antusias ngabuburit di perempatan Desa Tanggeran perbatasan Kec Kemranjen, Banyumas.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Warga antusias ngabuburit di perempatan Desa Tanggeran perbatasan Kecamatan Kemranjen, Banyumas.
Sudah menjadi kebiasaan setiap bulan Ramadhan tiba, menjelang buka puasa warga memadati area perempatan Desa Tanggeran untuk ngabuburit.
"Sejak pandemi kemarin tidak ada. Sebelum pandemi ada hanya ini baru ada lagi yang ramai kaya gini Ramadhan tahun ini," terang Mamang Sumarto selaku Ketua Komunitas Pedagang Banyumas.
Kegiatan ini digelar atas inisiatif para Komunitas Pedagang Banyumas untuk memanfaatkan momen ngabuburit para warga yang biasa mencari aneka makanan untuk berbuka puasa.
"Dimulai sejak 3 hari puasa kemarin, saya bareng teman-teman minta izin ke warga di lokasi ini dan ketua RT untuk berdagang di sekitar jalan ini," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (19/4/2022).
Aneka macam makanan dan minuman dijual di pinggiran jalan sejak dari pukul 16.00-18.00 WIB.
Ditambah dengan adanya musik rakyat kentongan yang memberikan tontonan menarik bagi para warga yang datang. Tempat ini dipadati warga untuk ngabuburit setiap sorenya.
Musik kentongan merupakan musik rakyat populer khas Banyumas. Biasa dipentaskan untuk memeriahkan acara seperti hajatan.
"Terakhir pentas di acara Bukber kemarin, hari ini diundang buat ngisi di sini ngabuburitan," ungkap Nanang Eka Cahyanto selalu Ketua Grup Musik Kentongan Satria Muda.
Grup Musik Kentongan Satria Muda asal Desa Tanggeran ini biasa membawakan lagu-lagu khususnya lagu Jawa di berbagai acara dengan musik yang khas.
Beranggotakan 12 pemuda tanggung yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dengan menggunakan beberapa alat musik seperti Angklung, Selo Mika, dan Gambang mampu memberikan suguhan musik yang apik dan enak dinikmati.
"Kita latihan setiap malam, kalau ada job biasanya bawain 20 lagu, tapi kalau acara ngabuburit kaya gini paling 15 lagu udah sampai buka puasa," jelasnya.
Berkolaborasi dengan Sanggar Tari Desa Karangsalam, musik kentongan ini mengiringi tarian dari para penari yang mengenakan selendang.
"Kita beda grup sama kentongannya, baru latihan satu kali, Insyaallah sampai lebaran besok kita tampil di sini," ucap Tata Kristin Ketua Sanggar Tari Desa Karangsalam.