Berita Nasional
Pengusaha Hiburan Keberatan Bayar THR karena Alasan Pandemi
Para pengusaha di sektor jasa hiburan, event organizer, aneka jasa, restoran, dan cafe diklaim belum sanggup membayar tunjangan hari raya (THR).
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Para pengusaha di sektor jasa hiburan, event organizer, aneka jasa, restoran, dan cafe diklaim belum sanggup membayar tunjangan hari raya (THR) ke karyawan menjelang Lebaran 2022 ini.
Arus kas yang belum bagus menjadi alasannya.
Hal itu disampaikan Ketua Umum DPD HIPPI Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang.
Baca juga: Negara Keluarkan Uang Rp 34,3 Triliun untuk THR PNS, TNI dan Polisi
Menurut Sarman, belum semua sektor usaha pulih dari krisis pandemi Covid-19.
"Teman-teman pengusaha sektor usaha hiburan, aneka jasa, EO, restoran, dan cafe yang memang arus kasnya belum memungkinkan membayar THR harus diberikan ruang," kata Sarman dihubungi Senin (18/4/2022).
Menurutnya, sektor usaha tertentu itu hampir dua tahun tutup, tidak mungkin baru beroperasi empat bulan ini kondisi keuangan mereka sudah normal.
"Jangan sampai pengusaha yang memang benar-benar tidak memiliki kemampuan membayar THR diberikan sanksi, ini sesuatu yang tidak adil bagi pengusaha," kata Sarman dikonfirmasi Senin (18/4/2022).
Bagi pengusaha, lanjut Sarman, ruang untuk berdialog dan berunding untuk membuat kesepakatan sesuai peraturan yang ada menjadi sangat penting.
Tujuannya agar keterbukaan dan transparansi sebagai dasar menyelesaikan hubungan industrial yang berkaitan dengan permasalahan THR.
"Dalam kondisi ekonomi normal tentu semua sektor usaha akan memiliki kemampuan membayar THR, namun di tengah ketidakpastian saat ini kita masih dalam proses pemulihan," ucap Sarman.
Menurutnya, banyak sektor usaha yang baru awal tahun baru membuka usahanya secara penuh.
Beberapa sektor usaha yang selama Covid juga mengalami omzet dan profit tidak menentu membuat cash flownya sangat tertekan.
"Sektor-sektor kesulitan ini ada kemungkinan mampu membayar THR tapi tidak penuh bahkan tidak mampu sama sekali," tukas Sarman.
Pihaknya berharap penanganan pandemi Covid-19 semakin terkendali sehingga Pemerintah tidak lagi menerapkan pembatasan agar proses pemulihan ekonomi lebih cepat tercapai.
"Kita semua tentu ingin pertumbuhan ekonomi mencapai target, daya beli masyarakat semakin bertumbuh, lapangan pekerjaan semakin tersedia sehingga tahun 2023 semua sektor usaha akan mampu memenuhi kewajibannya membayar THR secara penuh dan tepat waktu sesuai harapan Pemerintah," imbuhnya.