Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Sejumlah 24 Desa di Karanganyar Jadi Lokus Percepatan Penurunan Stunting

Sejumlah 24 desa di wilayah Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi fokus (lokus) penurunan stunting pada 2023 mendatang.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Kepala Puskesmas Karanganyar, Kusmita Aries Santi menandatangani komitmen bersama penurunan stunting disaksikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (21/4/2022). 

 TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR -Sejumlah 24 desa di wilayah Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi fokus (lokus) penurunan stunting pada 2023 mendatang.

Kepala DKK Karanganyar, Purwati menyampaikan, target angka prevalensi stunting tingkat nasional pada 2024 ialah 14 persen.

Hingga saat ini angka stunting di Kabupaten Karanganyar sudah berada di bawah angka nasional. Akan tetapi pihaknya terus berupaya untuk menekan angka stunting di Karanganyar.

"Lokus percepatan penurunan stunting 2023 ada 24 desa. 23 desa lokus baru dan 1 desa lokus lama tapi progresnya belum signifikan," katanya saat acara Rembuk Stunting di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (21/4/2022).

Dia menjelaskan, terjadi penurunan angka stunting setiap tahunnya di Kabupaten Karanganyar. Tercatat angka stunting pada 2018 sebesar 15,8 persen. Kemudian dari angka tersebut turun menjadi 6,33 persen pada 2019.

"Pada 2020 turun jadi 5,86 persen (angka stunting). Pada 2021 turun menjadi 4,48 persen. Kita masih punya PR 4,48 persen," ucapnya.

Kepala Bidang Sosial dan Budaya Baperlitbang Karanganyar, Heri Mulyadi menambahkan, kinerja tim stunting Kabupaten Karanganyar selama ini perlu diapresiasi.

"Hasil penilaian kinerja tentang pelaksanaan konvergensi (stunting) di Jateng, Kabupaten Karanganyar berada di peringkat 7 se-Jateng," imbuhnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, pihaknya akan lebih massif lagi memberikan sosialisasi di lingkungan sekolah dalam rangka memberikan pemahaman serta ilmu pengetahuan terkait stunting. Selain pemenuhan gizi yang baik kepada para anak yang menderita stunting.

"Kita akan koordinasi supaya sosialisasi ke sekolah lebih massif, ada upaya generasi ke depan lebih cerdas," tandasnya.

Adapun dalam acara rembuk tersebut juga dilangsungkan penandatangan komitmen bersama penurunan stunting oleh kepala puskesmas, lurah dan camat di Kabupaten Karanganyar. (Ais).

Baca juga: Gerakan 1 Juta Vaksin Booster Digelar di Banyumas, Dukung Mudik Sehat 2022

Baca juga: Bupati Kendal Cek Harga Kebutuhan Pokok jelang Lebaran, Harga Daging Ayam Tertahan Rp 38.000

Baca juga: Kota Pekalongan Jadi Pilot Project Program Adaptation Fund Kemitraan

Baca juga: Penasihat P2JS Zainal Petir Ingatkan Jangan Pelit Sedekah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved