Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Meningkatkan Pemahaman Materi Sumber Daya Alam dengan Make and Mach

Ilmu pengetahuan sosial ( IPS ) merupakan mata pelajaran wajib dalam kurikulum sekolah.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sri Ayani SPdSD,Guru SD Negeri Tegalwero 01 Kec Pucakwangi Kab Pati 

Oleh: Sri Ayani SPdSD,Guru SD Negeri Tegalwero 01 Kec Pucakwangi Kab Pati

ILMU pengetahuan sosial (IPS) merupakan mata pelajaran wajib dalam kurikulum sekolah. Mata pelajaran ini mendalami tentang hubungan manusia dengan lingkungan sosial, ruang dan waktu yang berhubungan dengan kegiatan di masyarakat. Selain itu, pembelajaran IPS adalah untuk mengembangkan potensi siswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat. Tujuan pembelajaran IPS di sekolah dapat dicapai jika diorganisasikan secara baik dan tepat.

Tujuan-tujuan adalah pertama memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat. Kedua, mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Ketiga, mampu menggunakan model-model dan proses berpikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang di masyarakat.

Keempat, menaruh perhatian terhadap isu-isu dan masalah-masalah sosial, serta mampu membuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mengambil tindakan yang tepat. Kelima, mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri agar survive yang kemudian bertanggung jawab membangun masyarakat. pengembangan keterampilan pembuatan keputusan. Keenam, memotivasi seseorang untuk bertindak berdasarkan moral. Materi yang dipelajari kebanyakan dalam ranah  ingatan, pemahaman, yang bersifat hafalan. Sehingga ada sebagian materi yang sulit diterima oleh siswa, karena memerlukan daya fikir yang sangat tinggi.

Masalah serupa juga terjadi di kelas empat  SD Negeri Tegalwero 01 Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Khususnya pada KD.3.1. Mengidentifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat dari tingkat kota atau kabupaten sampai tingkat provinsi, dengan materi mengenal sumber daya alam di Indonesia. Pada pembelajaran materi tersebut hanya empat puluh persen siswa yang mencapai ketuntasan minimal yang telah ditentukan.

Hal ini terjadi karena guru menyampaikan materi pelajaran dengan metode ceramah dan sarana buku pelajaran saja, tanpa menggunakan media ataupun alat peraga yang sesuai. Dari kegagalan pembelajaran tersebut kemudian guru mengadakan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasar hasil refleksi pembelajaran, guru melakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang dianggap sesuai dengan materi yang diajarkan. nAkhirnya guru menetapkan metode pembelajaran Make and Match sebagai solusi perbaikan pembelajarannya.

Metode pembelajaran Make and Match adalah sistem pembelajaran dimana siswa mencari pasangan. Setiap siswa mendapat sebuah kartu soal atau jawaban, lalu secepatnya mencari pasangan sesuai kartu yang dipegang ( Tarmizi dalam Novia, 2012:12). Penerapan metode pembelajaraan Make and Match dapat membuat siswa lebih tertarik dengan materi yang diajarkan. Siswa lebih antusias dalam menerima pelajaran, karena metode ini bersifat menyenangkan. Pembelajaran lebih bersifat permainan sehingga siswa tidak merasa bosan. Hasil yang diperoleh di akhir pembelajaran adalah seratus persen siswa mencapai ketuntasan minimal yang ditentukan.

Dari hasil pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran tepat dapat meningkatkan pemahaman anak tentang materi pembelajaran yang diajarkan. Himbauan kepada semua guru di seluruh tanah air agar selalu memiliki solusi pembelajaran yang tepat untuk memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi. Sebagai contoh adalah penerapan metode pembelajaran Make and Match yang telah diterapkan di kelas empat SD Negeri Tegalwero Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati, sebagai solusi pemecahan masalah pembelajaran. Tetaplah selalu berkarya demi kemajuan  anak bangsa. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved