Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Rusia Tegaskan Ingin Ambil Penuh Donbass dan Ukraina selatan

Jenderal tinggi Rusia mengonfirmasi bahwa pihaknya mencoba mengambil penuh kendali Donbass dan Ukraina selatan.

Editor: m nur huda
TASS/VALERY SHARIFULIN via THE GUARDIAN
Sistem pelontar TOS-1 pembawa bom termobarik, salah satu senjata Rusia paling mematikan, saat dipamerkan dalam parade militer di Moskwa. 

TRIBUNJATENG.COM, MOSKWA - Jenderal tinggi Rusia mengonfirmasi bahwa pihaknya mencoba mengambil penuh kendali Donbass dan Ukraina selatan.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Mayor Jenderal Rustam Minnekaev seperti dikutip oleh kantor-kantor berita Rusia, Jumat (22/4/2022).

"Sejak dimulainya tahap kedua operasi khusus... salah satu tugas tentara Rusia adalah membangun kendali penuh atas Donbass dan Ukraina selatan," ujarnya dikutip dari AFP.

"Ini akan memberikan koridor darat ke Crimea," tambahnya, mengacu pada semenanjung Rusia yang dianeksasi dari Ukraina pada 2014.

Komentar Minnekaev adalah deskripsi paling rinci tentang tujuan Rusia dalam fase kedua operasinya, yang dimulai setelah pasukannya ditarik kembali dari ibu kota Ukraina, Kyiv.

"Kontrol atas Ukraina selatan adalah jalan keluar lain ke Transnistria, di mana ada kasus orang-orang berbahasa Rusia yang ditindas," menurut Minnekaev.

Transnistria adalah wilayah kecil yang memisahkan diri di Moldova negara pecahan Uni Soviet. Di sana separatis pro-Rusia dipersenjatai dan didukung oleh Moskwa.

Rusia mengakui kemerdekaan separatis Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk di Donbass Ukraina tak lama sebelum meluncurkan operasi militer pada 24 Februari, dengan dalih melindungi penduduk berbahasa Rusia di sana.

Pada Kamis (21/4/2022) Rusia mengumumkan pembebasan Mariupol di Ukraina timur setelah mengepung kota pelabuhan strategis di tepi Laut Azov itu selama hampir dua bulan.

Sebagian besar Kota Mariupol hancur setelahl berminggu-minggu dibombardir Rusia dan pertempuran yang intens di jalanan. Menguasai kota pelabuhan di pesisir Laut Azov itu adalah salah satu tujuan utama Rusia dan akan memungkinkan lebih banyak pasukan mereka untuk bergabung dengan serangan di wilayah Donbas, Ukraina bagian timur. 

Kapten Palamar mengatakan Rusia menembaki pabrik baja dari kapal perang dan menjatuhkan bom "penghancur-bungker" di atasnya. 

BBC belum dapat memverifikasi kesaksian Kapten Palamar itu. Tetapi sejalan dengan kesaksian awal pekan ini dari seorang komandan marinir Ukraina yang juga berada di pabrik baja, yang mengatakan pasukan mereka kalah jumlah dan kehabisan persediaan. 

"Semua bangunan di wilayah Azovstal praktis hancur. Mereka menjatuhkan bom berat, bom penghancur bungker yang menyebabkan kehancuran besar. Kami terluka dan mati di dalam bungker. Beberapa warga sipil masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh," kata Kapten Palamar. (aditya/bbc/kps/Tribun Jateng Cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved