Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Bengkel di Karanganyar Ini Gratiskan Ongkos Jasa Tambal Ban Bagi Pelajar

Agus W (36) menggratiskan ongkos tambal ban dan pengisian angin khusus bagi para pelajar di bengkelnya.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf
istimewa
Agus saat menambal ban di bengkelnya wilayah Dusun Pokoh Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/4/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Agus W (36) menggratiskan ongkos tambal ban dan pengisian angin khusus bagi para pelajar di bengkelnya yang berada di Jembatan Kalongan Dusun Pokoh Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.

Dari pantauan di lokasi, bengkel sederhana itu berada di bangunan semi permanen yang berada di tepi jalan sisi barat jembatan. Di dalamnya terpasang spanduk bertuliskan "BENGKEL URIP MULYO BUKA SAK KUATE ATI."

Dia menceritakan, telah menempati bangunan semi permanen tersebut sekitar 1 tahun lamanya.

Baca juga: Dosen FTP USM Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan dan Bahan Tambahan Pangan

Baca juga: Buah Bibir Elma Theana Ikhlaskan Biaya Jasa WO

Baca juga: Ada Tradisi Hantaran Lebaran, Broto Pengusaha Keripik Pisang Sragen Mendulang Untung

Lahan tempat bangunan semi permanen itu berdiri merupakan lahan milik warga sekitar. Selama ini dia hanya diminta oleh pemilik lahan untuk membayar biaya listrik saja.

Agus memutuskan pindah dari tempat usahanya yang lama di wilayah Papahan lantaran sepi pelanggan dampak pandemi Covid-19 serta biaya sewa kios yang mahal.

"Setiap hari tidur di sini, buka (bengkel) setiap hari. Dari pagi sampai malam," katanya kepada Tribunjateng.com, Jumat (29/4/2022). 

Ayah dua anak itu biasanya mematok ongkos sekali tambal ban sebesar Rp 10 ribu untuk warga luar.

Akan tetapi apabila ada warga sekitar bengkel yang hendak melakukan tambal ban ongkosnya berbeda.

Sedangkan biaya pengisian angin sebesar Rp 2 ribu. Dia mengungkapkan, menggratiskan ongkos tambal ban dan pengisian angin bagi pelajar sudah lama.

"Pandemi corona ini kan banyak orang tua rekoso (susah), aku yo wes tau ngalami (aku sudah pernah merasakan). Bocah sekolah nek nambal, ngisi angin ditarik, mesakne," ungkap pria asal Kota Solo itu.

Baca juga: Skenario Real Madrid Juara Liga Spanyol Sabtu Esok, Tak Peduli Hasil Barcelona dan Atletico Madrid

Baca juga: Perayaan Potong Tumpeng Sederhana HUT ke-9 Tribun Jateng

Baca juga: Jelang Lebaran, Puan Maharani Distribusikan 18.200 Paket Sembako ke Warga di Kabupaten Semarang

Dia menggratiskan ongkos tambal ban dan pengisian angin bagi pelajar bermula dari kepeduliannya kepada para generasi muda.

Kendati membebaskan jasa tambal ban dan pengisian angin bagi pelajar, terang Agus, ada saja orang yang tetap memberikan uang.

Sebelum membuka jasa tambal ban, dia terlebih dahulu belajar dari pamannya. Hingga akhirnya memutuskan membuka sendiri usaha tambal ban. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved