Berita Slawi

Siswa SMAN 3 Slawi Laksanakan Upacara Peringati Harkitnas dengan Tetap Memakai Masker 

Setelah dua tahun tidak melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) karena pandemi Covid-19

Foto kiriman narasumber
Foto siswa SMAN 3 Slawi melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dengan tetap menerapkan prokes yaitu mengenakan masker, Jumat (20/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Setelah dua tahun tidak melaksanakan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) karena pandemi Covid-19, kali ini siswa SMAN 3 Slawi Kabupaten Tegal bisa menggelar upacara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) memakai masker, Jumat (20/5/2022). 

Seperti yang diketahui, hari Jumat (20/5/2022) bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional

Adapun pada tahun 2022 ini mengusung tema "Ayo Bangkit Bersama." 

Mengutip dari Tribunnews.com, berdasarkan surat keputusan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) nomor 549/M.KOMINFO/HM.04.01/05/ 2022, tema tersebut dipilih agar Harkitnas 2022 dapat menjadi momentum bersama sebagai bangsa yang besar untuk bersama-sama mengobarkan semangat bangkit dari pandemi Covid-19 yang telah lebih dari dua tahun menyerang dan turut berefek di segala sendi kehidupan.

Kepala sekolah SMAN 3 Slawi, Masduki, mengungkapkan tahun ini bisa kembali melaksakan upacara karena melihat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal sudah melandai. 

Selain itu, alasan lain yang menguatkan karena pelajar merasa rindu acara-acara resmi seperti upacara.

"Pada peringatan ke-114 kebangkitan nasional kali ini, kami jadikan sebagai momentum yang sangat baik untuk menunjukkan rasa cinta kepada tanah air. Rasa bangga kepada para pendahulu kita, penggerak nasional yang berakibat sekarang bisa menikmati kemerdekaan, kejayaan negara," ungkap Masduki, pada Tribunjateng.com, Jumat (20/5/2022).

Masduki menganggap, sekolah perlu menceritakan, memberikan informasi kepada peserta didik supaya menyadari bahwa negara berdiri tidak secara tiba-tiba, tapi melalui perjalanan, perjuangan yang panjang, penuh tumpah dan darah.

"Jangan sampai siswa sebagai generasi penerus bangsa tidak mengetahui mengenai perjuangan para pendahulu. Sehingga pada momentum harkitnas ini sangat cocok untuk menginformasikan kepada siswa," ujarnya.

Meskipun kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal sudah landai, dan presiden Joko Widodo sudah melonggarkan penggunaan masker terutama di luar ruangan, tapi Masduki tetap menerapkan prokes secara ketat.

Prokes yang dimaksud seperti siswa dan guru tetap mengenakan masker saat melaksanakan upacara atau berada di lingkungan sekolah. 

"Iya para siswa dan guru tetap memakai masker saat upacara, kita tetap menerapkan prokes karena sudah merasa terbiasa. Adapun untuk peserta upacara siswa kelas X dan XI," katanya.

Sementara itu, siswa yang bertugas sebagai pengibar bendera, Diki Rezi, mengatakan saat bertugas dengan masih mengenakan masker ia merasa agak kesulitan.

Hal ini karena ia merasa kesulitan saat hendak memberikan aba-aba kepada pasukan.

Tetapi Diki menyadari bahwa memakai masker di tengah masa pandemi Covid-19 juga sangat penting, karena untuk menghindari virus dan menjaga kesehatan.

"Iya, meskipun sudah ada pelonggaran, tapi kami di sekolah tetap memakai masker. Tadi sempat kesulitan karena memakai masker, jadi suara yang dihasilkan agak samar dan kurang keras. Tapi ya alhamdulillah berjalan lancar," imbuh Diki. (dta)

Baca juga: Cara Mengurus EKTP Rusak Online di Batang Tanpa Antre, Begini Syarat-syaratnya

Baca juga: Antisipasi Dan Cegah PMK, Petugas Gabungan Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di Pasar Hewan Jati

Baca juga: Kontes Batu Klawing Purbalingga Berpotensi Jadi Event Nasional

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua dan Tiga di Kabupaten Tegal Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved