Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Zelensky Tekankan Terobosan Diplomatik untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (21/5/2022), menyatakan bahwa hanya terobosan diplomatik yang dapat mengakhiri perang dengan Rusia

Editor: m nur huda
Kompas.com
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dulunya komedian dan aktor 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (21/5/2022), menyatakan bahwa hanya terobosan diplomatik yang dapat mengakhiri perang dengan Rusia, bukan kemenangan militer langsung.

Hal itu disampaikan Zelensky menanggapi sikap Moskwa yang memotong pasokan gas ke Finlandia.

Pada Sabtu, Rusia memotong pengiriman gas ke Finlandia karena membuat marah Moskwa dengan mendaftar untuk bergabung dengan aliansi NATO.

Baca juga: Popasnaya Digempur Rudal dan Bom, Pasukan Ukraina Dikepung dari Tiga Penjuru

“Ada hal-hal yang hanya dapat dicapai di meja perundingan,” kata Zelensky, tepat ketika Rusia mengeklaim rudal jarak jauhnya telah menghancurkan pengiriman senjata Barat yang ditujukan untuk pasukan Ukraina.

Berbicara di TV nasional, Zelensky menambahkan bahwa perang berdarah serta pertempuran hanya akan berakhir secara definitif melalui diplomasi.

“Akhirnya akan melalui diplomasi. Kami ingin semuanya kembali (seperti sebelumnya-Red) tetapi Rusia tidak menginginkan itu,” katanya, kepada saluran televisi Ukraina, seperti dilansir The Guardian.

Ia menilai, langkah diplomasi akan menjanjikan hasil yang adil untuk Ukraina.

“Diskusi antara Ukraina dan Rusia pasti akan berlangsung. Dalam format apa saya tidak tahu. (Bisa) dengan perantara, tanpa mereka, dalam kelompok yang lebih luas, (atau) di tingkat presiden,” tandasnya.

Pada Selasa (17/5) lalu, negosiator utama Kyiv, Mykhaylo Podolyak mengatakan, pembicaraan dengan Moskow ditunda setelah berlangsung secara teratur pada tahap awal konflik, tetapi tanpa hasil yang substansial.

Hari berikutnya, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menuduh pihak berwenang Kyiv tidak ingin melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri permusuhan.

“Pembicaraan memang tidak bergerak maju, dan kami mencatat kurangnya keinginan negosiator Ukraina untuk melanjutkan proses ini,” tuturnya.

Dilansir Times of Israel, setelah lebih dari 12 minggu pertempuran sengit, pasukan Ukraina telah menghentikan upaya Rusia untuk merebut Kyiv dan kota utara Kharkiv. Tetapi mereka berada di bawah tekanan baru dan intens di wilayah Donbas timur.

Tentara Moskwa telah meratakan dan merebut kota pelabuhan tenggara Mariupol dan membuat pasukan Ukraina dan kota-kota di timur menjadi sasaran serangan darat dan artileri tanpa belas kasihan. (Tribunnews/TRIBUN JATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved