Berita Kriminal

Gadis 13 Tahun Dicabuli Oknum TNI, Mengeluh Organ Intim Berdarah Selama 2 Hari Setelah Kejadian

Seorang gadis berusia 13 tahun diduga diperkosa oleh oknum TNI berpangkat Prada di Tarakan Kalimantan Utara.

Editor: rival al manaf
tribunjateng/ist
ilustrasi pencabulan perkosaan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang gadis berusia 13 tahun diduga dicabuli oleh oknum TNI berpangkat Prada di Tarakan Kalimantan Utara.

Akibat perbuatan itu, korban bahkan mengeluhkan organ intimnya berdarah selama dua hari setelah kejadian tersebut.

Hal itu yang membuat perbuatan bejat itu kemudian dibongkar kakak korban yang melapor ke polisi.

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 5 SD Halaman 151 152 dan 153 Subtema 3 Pembelajaran 2

Baca juga: Reaksi Mahasiswa Palestina Saat Menlu AS yang Hadiri Upacara Kelulusannya Mengajak Jabat Tangan

Baca juga: Bacan Doa Dilancarkan Urusan Seusai Sholat Dhuha Arab, Latin dan Artinya

Diketahui pelaku merupakan oknum yangbertugas di Satuan Tugas Batalyon Infanteri 613/Raja Alam.

Peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan 1443 H tersebut baru dilaporkan keluarga korban ke Polisi pada 9 Mei 2022 lalu, dan menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat.

Dikonfirmasi terkait tindakan asusila tersebut, Wadan Satgas Yonif 613/RJA, Kapten Inf Mahfudz mengatakan, Satgas tidak akan menutupi kasus yang tengah menjadi sorotan masyarakat ini.

"Satuan tidak ada menutup-nutupi yang bersangkutan. Untuk terduga, telah kita limpahkan ke Denpom VI/3 Bulungan, untuk di laksanakan penyidikan dan diproses sesuai hukum yang ada. Penyerahan kita lakukan pada 23 Mei 2022,’’ ujarnya, Rabu (25/5/2022).

Mahfudz menegaskan, Satgas 613/RJA beritikad baik untuk menyelesaikan masalah ini dengan keluarga korban.

Dia mengatakan meskipun aib tersebut ulah terduga oknum, tapi sudah semestinya satuan bertanggungjawab untuk menyelesaikan proses dengan baik.

‘’Selanjutnya, terkait dengan keluarga korban, kita sudah berusaha melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar terbaik. Proses hukum tetap berjalan,’’jawabnya.

Kronologi kejadian Kakak korban berinisial F mengatakan mengenal pelaku sejak akhir tahun 2021 lalu.

Saat itu pelaku membeli cat di tokonya kemudian saling bertukar nomor handphone (Hp).

"Awalnya, Desember 2021 itu, pelaku membeli cat di toko saya."

"Karena sekampung dan satu suku, kami saling bertukar nomor Hp,’’ tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved