Berita Kriminal

Kesaksian Mahasiswi Jadi Korban Plonco dan Pelecehan Seksual di Kosan, Lapor Polisi Belum Ada Respon

Empat mahasiswi Unsri lapor kena plonco di kos-kosan, gegara ingin bentuk perkumpulan baru.

Editor: rival al manaf
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Empat mahasiswi Unsri lapor kena plonco di kos-kosan, gegara ingin bentuk perkumpulan baru, Jumat (27/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Empat orang mahasiswa dan mahasiswi mengungkap kesaksiannya menjadi korban perploncoan dan pelecehan seksual di kos-kosan.

Hal itu diungkap setelah laporan mereka ke polisi sejak Februari lalu belum ada tanggapan.

Dugaan aksi perpeloncoan berujung pengeroyokan oleh kakak tingkat di lingkungan kos-kosan mahasiswa terjadi di wilayah Sumsel.

Peristiwa ini dilaporkan oleh empat mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang terpantau juga mendatangi Mapolda Sumsel untuk menanyakan progres laporan kepolisian yang sebelumnya sudah mereka buat.

Baca juga: Rumah Wanita di Bengkulu Dibakar Suami Ketiga, Setelah Menggugat Cerai

Baca juga: Jengkel Gagal Nikah Karena Utang Tak Kunjung Dibayarkan, Sejoli di Depok Kini Terancam Hukuman Mati

Baca juga: 3 Shio Mengalami Guncangan Emosional, Butuh Perhatian Orang Tedekat

Baca juga: Istri Tak Menyangka Suami Digerebek Warga Sedang Mesum Bersama Pemuda, Bermula Dari Aduan Bocah

"Kami melapornya ke Polres Ogan Ilir (wilayah kejadian) bulan Februari."

"Tapi sampai sekarang sepertinya belum ada progres, makanya kami ke sini (Polda Sumsel)," ujar MG (22) salah satu mahasiswa sekaligus korban yang mendatangi Mapolda Sumsel, Jumat (27/5/2022).

MG mengungkapkan, aksi pengeroyokan bermula dari sikap tegas dia dan teman-temannya yang ingin membentuk suatu perkumpulan baru.

Sebelumnya, mereka tergabung dalam sebuah perkumpulan mahasiswa asal satu daerah  yang mengenyam pendidikan di kampus Unsri.

Diakui MG, perkumpulan ini tidak tercatat secara resmi di Unsri.

Selama bergabung sebagai anggota baru, mereka kerap mengalami perpeloncoan.

"Pada saat kami mendirikan organisasi baru, terjadi keles. Saat kami menyampaikan argumen mereka tidak terima."

"Waktu kami akan pulang, mereka menganggap suara motor kami dihidupkan secara serentak, mereka tidak terima makanya langsung dilakukan pengeroyokan terhadap kami," jelasnya.

 Bukan hanya perpeloncoan, selama bergabung dalam perkumpulan tersebut, MG dan rekan-rekan juga mengaku pernah mengalami pelecehan seksual.

"Perbuatan mereka diluar naluri kemanusiaan. Perpeloncoan, bullying, pelecehan seksual."

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved