Berita Blora

Pedagang Keluhkan Minimnya Angkutan Umum Menuju Pasar Rakyat Sido Makmur Blora

Pedagang mengeluhkan minimnya angkutan umum untuk akses menuju ke Pasar Rakyat Sido Makmur Blora. 

Penulis: ahmad mustakim | Editor: rival al manaf
(TRIBUN JATENG/AHMAD MUSTAKIM) 
Suasana Pasar Rakyat Sido Makmur Blora saat sudah tidak jam operasional 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Pedagang mengeluhkan minimnya angkutan umum untuk akses menuju ke Pasar Rakyat Sido Makmur Blora

Pasar Induk Blora ini telah dipindahkan ke Pasar Rakyat Sido Makmur sejak awal Januari 2019. 

Berpindah sejauh 2,5 kilometer ke arah selatan dari lokasi sebelumnya yang terletak di seberang depan Polsek Blora kota saat ini. 

Perpindahan tersebut dianggap mempengaruhi angkutan umum menuju pasar yang menjadi pusat pasar tradisional di Kabupaten Blora tersebut. 

Salah seorang Pedagang klitikan keliling asal Ngawen, Muhammad Kasrodi, mengaku angkutan umum dari dan menuju Pasar Sido Makmur saat ini berkurang. 

"Ini jika dibandingkan dengan angkutan umum ke Pasar Induk Blora sebelum dipindahkan," ucapnya kepada tribunjateng.com, Sabtu (28/5/2022). 

Menurutnya, pengurangan ini menjadi salah satu dampak pindahnya pasar. 

Sebab, Pasar Sido Makmur memang berada di luar rute utama dari Ngawen ke Blora

"Saat ini bus (angkutan umum, Red) sudah jarang yang beroperasi sampai Pasar Sido Makmur. Mungkin karena jalurnya harus ke selatan dulu," jelasnya. 

Dikatakannya, sebelum dipindahkan, bus masih banyak beroperasi sampai pasar induk karena terletak di tengah kota. 

"Hanya berjarak seratus meteran dari pusat kota alun-alun Blora," ujarnya. 

Sementara itu, Kasubkor Angkutan Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Ngadiyanto membenarkan hal tersebut. 

"Memang berkurang, tapi tetep masih ada yang ke sana (Pasar Sido Makmur, red). Utamanya bus ke sana hanya untuk antar jemput pedagang langganan," jelas Ngadiyanto. 

Pihaknya mengaku, berkurangnya angkutan umum ke Pasar Rakyat Sido Makmur selaras dengan berkurangnya minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum. 

"Selain pedagang pelanggan bus, kebanyakan yang ke pasar itu memakai kendaraan pribadi. Jadi dari pihak bus pun tidak bisa kami paksakan untuk ke pasar Sido Makmur," terangnya. 

"Butuh tambahan waktu dan bahan bakar. Padahal mereka juga butuh kejar setoran," ungkapnya. 

Ditambahkannya, saat pedagang berangkat ke pasar ataupun pulang dari pasar, angkutan umum dianggapnya masih ramai.

Namun di luar itu, menurutnya memang sudah sepi. Bahkan tak jarang hingga tidak ada angkutan ketika sudah siang atau sore hari. 

"Jadi ramainya memang pas jam-jam berangkat atau pulang (dari pasar, Red). Selain itu hampir pasti sepi angkutan," pungkasnya. (kim) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved