Berita Jateng
Senangnya Mahmudi, Beli Pekarangan, Rumahnya Gratis Dari Ganjar
Mahmudi (50) tak pernah menyangka bisa memiliki rumah seperti saat ini. Pekerjaannya yang hanya buruh tani serabutan.
Penulis: hermawan Endra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahmudi (50) tak pernah menyangka bisa memiliki rumah seperti saat ini.
Pekerjaannya yang hanya buruh tani serabutan, membuat mimpi memiliki rumah layak huni ia kubur dalam-dalam.
Namun Mahmudi menemukan secercah harapan.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki program pembangunan rumah berbasis komunitas.
Baca juga: Sebanyak 245 Orang Ikuti Bimbingan Manasik Haji di Purbalingga
Baca juga: Ganjar Lepas Peserta Trail Adventure, Ada Mario Roman dan Graham Jarvis
Baca juga: Apa itu Doxing? Istilah di Medsos Tentang Meneror dan Menyebarkan Identitas Tanpa Izin
Bekerjasama dengan Pemkab Cilacap sebagai penyedia lahan, Ganjar membangunkan rumah Mahmudi dan 28 warga lain dengan gratis.
Mahmudi dan warga lain hanya mengeluarkan uang Rp35 juta untuk membeli tanah. Sementara bangunan rumahnya, mereka mendapat bantuan dari Ganjar masing-masing Rp35 juta. Rumah-rumah itu kini telah selesai dan dihuni. Sabtu (28/5), Ganjar datang untuk melihat perumahan berbasis komunitas itu.
"Rumahnya bagus ya, bersih dan sehat. Gimana pak? Nyaman nggak tinggal di sini," sapa Ganjar.
"Nyaman pak, makasih banyak pak Ganjar," ucap mereka.
Mahmudi mengatakan, sehari-hari ia bekerja sebagai buruh tani serabutan. Penghasilannya antara Rp100-150 ribu.
"Waktu dengar ada program ini, saya langsung daftar. Alhamdulillah, dari 200 yang daftar dan diambil 29 orang, saya masuk salah satunya. Ini dulu beli tanahnya Rp35 juta dan dapat bantuan untuk bangun rumah dari Pemprov Jateng Rp35 juta," kata Mahmudi.
Rumah itu lebih besar, bagus dan nyaman dibanding rumahnya dahulu. Rumahnya dulu berukuran kecil dan tidak sebagus saat ini.
"Dulu rumah saya kecil, sekarang alhamdulillah sudah besar. Ya jelas lebih bagus sekarang. Semoga bisa semakin menyejahterakan," pungkasnya.
Sementara itu, Ganjar mengatakan jika program perumahan berbasis komunitas ini sangat menarik. Sebab, pembanginannya dilakukan dengan cara kerjasama.
"Jadi ada kerjasama warga, pemerintah kabupaten dan provinsi. Warga di sini membeli tanah sekitar 80 meter seharga Rp35 juta, kemudian kami kasih bantuan bangunan perumah Rp35 juta," ucapnya.
Melihat pembangunan yang sudah dilakukan, Ganjar senang karena kualitasnya baik. Selain itu, jika disurvey maka kesejahteraan masyarakat ini langsung meningkat.