Berita Cilacap

Pasar Hewan di Cilacap Masih Beroperasi tetapi Arus Lalu Lintas Hewan Dibatasi

Sejumlah pasar hewan di Cilacap masih dibuka meski terdapat 10 hewan ternak PMK.

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/AHMAD MUSTAKIM
Ilustrasi. Suasana pasar ponan atau pasar hewan di Kelurahan Tegal Gunung, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Kamis (26/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Sejumlah pasar hewan di Kabupaten Cilacap masih tetap dibuka meskipun terdapat 10 hewan ternak yang positif terjangkit PMK.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Susilan menyampaikan meski tetap dibuka namun pasar hewan tersebut tentunya dalam pengawasan Dinas Pertanian.

"Selama ini pasar hewan masih buka, tapi tetap dalam pengawasan kami," kata Susilan kepada Tribunjateng.com Jumat (27/5/2022) sore.

Mengenai arus lalu lintas hewan ternak, Susilan menuturkan bahwa wilayah Kabupaten Cilacap sudah menyetop atau melakukan pembatasan dari daerah lain sejak 24 Mei 2022 lalu.

Pasalnya hewan ternak yang terjangkit wabah PMK di Cilacap sebagian besar merupakan hewan ternak yang berasal dari Jawa Timur.

Meski begitu, untuk hewan ternak lokal di wilayah Kabupaten Cilacap, Susilan memastikan dalam keadaan aman.

"Pembatasan sudah sejak tanggal 24 Mei kemarin, karena memang yang terjangkit kebanyakan dari luar kota, kalau untuk hewan ternak daerah sini masih aman," jelas Susilan.

Kendati sudah diterapkannya pembatasan arus lalu lintas hewan, Susilan meminta para peternak untuk selalu mewaspadai wabah penyakit mulut dan kuku ini.

Susilan menyampaikan para peternak juga harus mengetahui kondisi hewan ternak dan gejala PMK yang terjadi pada hewan ternak.

Adapun gejala atau ciri-ciri yang perlu diwaspadai peternak yaitu mulut hewan keluar busa berlebihan dan melepuh, juga terdapat bintik-bintik merah di lidah. Untuk kaki, kuku hewan terbelah biasanya melepuh dan bisa lepas dengan sendirinya.

Apabila peternak menemui ciri-ciri tersebut pada hewan ternak, Susilan meminta untuk segera melapor ke aparat di lokasi penyuluh, mantri, dokter hewan atau dapat menghubungi langsung Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap.

"Jika ada gejala segera lapor kepada aparat di wilayah, kemudian ada petugas-petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap yang sudah disiapkan," imbuh Susilan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved