beacukai tanjung emas

Koordinasi Bersama DPMTSP Jateng, Bea Cukai Bahas Pemulihan Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas

Bea Cukai Tanjung Emas Rapat Koordinasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Koordinasi Bersama DPMTSP Jateng, Bea Cukai Bahas Pemulihan Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas 

TRIBUNJATENG.COM - Bea Cukai Tanjung Emas Rapat Koordinasi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, bahas strategi pemulihan dampak pasca tragedi banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas. Jum’at (10/06/22).

Koordinasi Bersama DPMTSP Jateng, Bea Cukai Bahas Pemulihan Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas
Koordinasi Bersama DPMTSP Jateng, Bea Cukai Bahas Pemulihan Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas (IST)

Acara dibuka oleh Plh. Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan D.I.Y., Rudy Rahmaddi berpendapat bahwa, pemulihan ini harus diatasi secara cepat.

“Karena dampaknya dirasakan oleh berbagai pihak, Bea Cukai siap memberikan dukungan penuh bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi masalah ini.”

Pernyataan ini didukung Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin yang mengungkapkan bahwa iklim bisnis di Jawa Tengah ini memiliki potensi yang sangat besar untuk peningkatan ekonomi baik Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.

“Kolaborasi baik dari pemerintah daerah, pemerintah
pusat, stakeholder dan seluruh pelaku usaha dibutuhkan disegala kondisi, apalagi pasca pemulihan banjir rob di Pelabuhan Tanjung Emas, banyak pelaku usaha dan masyarakat terdampak.

Pelabuhan Tanjung Emas ini adalah jantungnya arus logistik Jawa Tengah, tentunya strategi perbaikan kedepan
menjadi prioritas bersama.”

Dalam pertemuan ini dihadiri pula oleh Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Sucipto yang menjelaskan terkait dampak yang harus ditanggung para pelaku usaha di daerah Kawasan Industri Lamicitra yakni banyaknya barang eskpor dan impor yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir rob.

“Kondisi rob yang ada di Pantai Utara Jawa Tengah terutama di Tanjung Emas, Demak dan Pekalongan ini memang menjadi perhatian kita bersama seluruh pihak.

Banyak industri yang tumbuh di daerah pesisir ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh stakeholder memang fokus pada pemulihan dampak pasca banjir rob ini,” terang Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri saat hadir pada rapat koordinasi di Bea Cukai Tanjung Emas.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob), Rabu (8/6/2022).

Peringatan tersebut berlaku dari tanggal 09-10 Juni 2022 ini. Tak hanya pemulihan dampak dari banjir rob Mei lalu,
peringatan ini juga menjadi waspada terhadap kemungkinan situasi yang harus dihadapi.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved