Berita Semarang
PIP Semarang Gelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat Maritim Basic Safety Training Kapal Niaga dan SAT
Politeknik Ilmu Pelayaran adakan pengabdian masyarakat untuk masyarakat maritim.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) adakan pengabdian masyarakat untuk masyarakat maritim, khususnya kepada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran, baik pelayaran niaga maupun pelayaran perikanan.
Acara bertajuk Diklat Pemberdayaan Masyarakat Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Basic Safety Training (BST) Kapal Niaga dan Security Awareness Training (SAT) Periode 21-30 Juni 2022.
Kegiatan ini dibuka di Gedung
Utama PIP Semarang Jalan Singosari Kota Semarang pada Senin (20/6/2022) sore.
Disampaikan oleh Wakil Direktur 1 PIP Semarang, Nasri, M.T., M.Mar.E., dalam sambutannya kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat oleh PIP Semarang.
"Kami mengadakan diklat untuk bisa memberikan pendidikan dan revitalisasi SMK untuk peningkatan sumber daya manusia melalui Diklat Pengabdian Masyarakat," ujarnya pada Tribun Jateng.
Nasri, M.Mar.E menambahkan kegiatan ini kebijakan negara melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diberikan gratis pada masyarakat tidak mampu.
Peserta nantinya akan mendapat sertifikat pelatihan BST dan SAT yang nantinya berguna bagi yang telah maupun akan bekerja di industri pelayaran maritim.
Peserta akan mendapat pelatihan dasar keselamatan saat bekerja di dunia maritim, baik saat di kapal, di dalam kapal, di lepas pantai (offshore), atau yang berhubungan dengan dunia maritim.
Mereka akan dibekali keterampilan menghadapi risiko potensi bahaya ketika berada di dalam kapal seperti bahaya kebakaran, kecelakaan kerja, kondisi darurat kapal mengalami bahaya seperti tenggelam, tubrukan, hingga kandas.
"Apa yang bisa kita lakukan selaku anak buah kapal nanti untuk bisa menyelamatkan hidup diri sendiri, dasar-dasar nanti akan kita dapatkan," tambahnya.
Ia juga menyampaikan adanya sejumlah kecelakaan di sejumlah pelabuhan di Indonesia karena kebakaran kapal kemudian merembet ke kapal lain.
Tak hanya kerugian harta-benda, juga bisa dialami anak buah kapal maupun kru kapal.
Untuk itu keterampilan pelatihan penyelamatan dasar diberikan sebagai langkah pencegahan bila terjadi kecelakaan tersebut.
Peserta akan dibekali dengan sejumlah alat pemadam kebakaran dan cara mengoperasikannya.
"Termasuk juga di atas kapal nanti tidak ada dokter, perawat, rumah sakit, maupun poliklinik, jadi nanti ketika di atas kapal bekerja dan bersiaga, kemudian terjadi kecelakaan kerja harus bisa menolong kawan atau diri sendiri guna pertolongan pertama pada kecelakaan," urai Nasri, M.Mar.E.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/politeknik-adakan-pengabdian.jpg)